Faktor Ekonomi Mengikis Nilai-Nilai Luhur Pancasila
“Nilai-nilai luhur Pancasila seperti gotong royong dan semangat kekeluargaan mulai terkikis karena berbagai permasalahan ekonomi seperti turunnya
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Anggota MPR-RI dari unsur DPD-RI Siska Marleni menilai, faktor ekonomi masyarakat Indonesia bisa mengikis nilai-nilai luhur pancasila. Rasional pernyataan tersebut mengingat kondisi sosial ekonomi masyarakat saat ini yang tengah dilanda berbagai kesulitan ekonomi.
Pernyataan tersebut terungkap dalam sosialisasi kebangsaan yang dihadiri tokoh masyarakat, ormas, Sarjana Bina Desa, para guru, dan siswa SMA-SMK se-Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin beberapa waktu lalu.
“Nilai-nilai luhur Pancasila seperti gotong royong dan semangat kekeluargaan mulai terkikis karena berbagai permasalahan ekonomi seperti turunnya harga komoditi sawit dan karet yang masih dirasakan warga hingga saat ini” papar Siska menanggapi aspirasi salah satu peserta sosialisasi.
Tidak hanya keterbatasan ekonomi yang berdampak menurunkan semangat gotong royong dan kekeluargaan, namun kemapaman ekonomi juga menyebabkan kedua nilai luhur tersebut terkikis.
“Apabila dalam pelaksanaan acara persiapan pernikahan, syukuran dan acara besar di desa melibatkan banyak tetangga, maka masyarakat yang memiliki pendapatan tinggi lebih cenderung menyerahkan acara tersebut ke EO atau WO agar lebih praktis dan meyakinkan”. Rinci Siska.
Dalam kesempatan itu, banyak aspirasi yang disampaikan peserta sosialisasi, diantaranya: aliran listrik yang dominan mati, tersendatnya supply air bersih, dan bencana kabut asap.
“Untuk menanggulangi bencana kabut asap, DPD RI dalam kunjungan diplomatik ke Rusia telah menerima bantuan armada untuk menanggulangi bencana asap di Sumsel berupa 2 unit pesawat BE 200 dengan kapasitas angkut 12 ton air yang mulai bekerja 21 Oktober 2015 hingga saat ini”, ungkap anggota Pansus Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) DPD RI.
Di akhir acara sosialisasi Siska mengajak peserta untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur Pancasila mulai dari lingkungan keluarga. “Dengan memberikan pemahaman dan teladan kepada anak-anak tentang semangat gotong royong dan kekeluargaan, berarti kita telah mengimplementasikan dan melestarikan salah satu nilai luhur Pancasila”. Pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kegiatan-sosialisasi-kebangsaan-di-kecamatan-sanga-desa-musi-banyuasin_20151115_171415.jpg)