Osas Saha: Saya Bukan Penerus Zah Rahan

“Saya bukan magician, selain itu perlu dipahami bahwa posisi saya berbeda dengan Zah Rahan atau Morimakan Koita. Dan juga tidak perlu ada perbandingan

TRIBUN/HAYU YUDHA PRABOWO
Taufik Kasrun (belakang), bek Persela Lamongan menempel ketat Osas Saha (depan), striker PSGC Ciamis dalam laga Grup B, Piala Presiden 2015 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (5/9/2015). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Penyerang anyar Sriwijaya FC memilih nomor keramat 10 yang di musim terakhir dianggap gagal saat dipakai oleh Morimakan Koita.

Publik sepakbola di Palembang kini juga mempunyai harapan besar agar pemain asal Nigeria tersebut mampu menunjukkan kualitas tinggi seperti saat nomor 10 di SFC menjadi milik Zah Rahan di era kepelatihan Rachmad Darmawan.

Namun saat dihubungi, Osas mengaku bahwa kedatangannya di SFC bukanlah untuk menjadi pesulap yang akan langsung merubah tim secara keseluruhan.

“Saya bukan magician, selain itu perlu dipahami bahwa posisi saya berbeda dengan Zah Rahan atau Morimakan Koita. Dan juga tidak perlu ada perbandingan karena setiap pemain punya gaya yang berbeda-beda,” ungkapnya saat dihubungi Selasa (10/11) sore.

Menurutnya, saat memutuskan bergabung dengan laskar wong kito, dirinya mengaku hanya ingin bekerja keras dan membantu tim secara keseluruhan.

“SFC adalah tim besar di Indonesia, saya hanya ingin bekerja keras dan membantu tim merebut gelar juara di turnamen Piala Jenderal Sudirman nanti,” ujar pemain yang sudah malang-melintang di sejumlah klub di Indonesia ini.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved