Robert Heri Mundur dari Manajer SFC

Ini Pesan HZ untuk Nasrun Umar Manajer Baru Sriwijaya FC

" Yang paling penting ada waktu. Percuma ada duit, ada brand, ada strategi. Tapi kalau tidak ada waktu," ujarnya saat dibincangi Tribunsumsel.com,

Penulis: M. Syah Beni | Editor: Kharisma Tri Saputra
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
H Nasrun Umar, Manajer Sriwijaya FC 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, M Syah Beni

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) telah menunjuk Nasrun Umar sebagai manajer Sriwijaya FC (SFC) yang baru.

Kepala Dishubkominfo Sumsel itu menggantikan manajer sebelumnya Robert Heri.

Lantas apakah Nasrun Umar akan lebih baik dari Robert Heri.

Keduanya sama-sama berlatar belakang sebagai seorang kepala dinas.

Mantan manajer SFC, Hendri Zainuddin berkomentar soal pergantian manajer ini.

Ditemui usai pelantikan DPD Asdamkindo di Hotel Daira Palembang, anggota DPD RI mengutarakan pandangannya.

Kriteria ideal seseorang menjadi manajer tim sepakbola adalah ketersediaan waktu yang banyak untuk mengurus tim.

" Yang paling penting ada waktu. Percuma ada duit, ada brand, ada strategi. Tapi kalau tidak ada waktu," ujarnya saat dibincangi Tribunsumsel.com, Senin, (2/11/2015)

Persoalan menjadi manajer SFC bukan hanya persoalan uang. Tetapi bagaimana menciptakan tim yang solid.

Baik di dalam maupun luar lapangan.

" Jadi hal yang pertama untuk jadi manajer itu bukan duit. Pertama itu harus ada waktu full," ujarnya

Selain itu, sebagai seorang kepala dinas, Nasrun harus membagi waktunya untuk urusan dinas dan SFC.

# Wajib Konsolidasi

Hendri memberikan saran, bahwa Nasrun harus membuat tim kerja yang solid. Kerja tim ini akan melekat. Sehingga ada pembagian tugas antara dirinya dan tim.

Untuk menciptakan tim solid tersebut, Nasrun mempunyai waktu satu hingga tiga bulan untuk melakukan konsolidasi.

Karena biasanya seorang manajer baru akan menemukan irama kerja setelah enam bulan bertugas.

" Irama kerja akan ketemu paling tidak enam bulan. Robert Heri bahkan harus satu tahun, baru ketemu irama kerjanya," tambahnya.

Selain konsolidasi tim, Nasrun harus konsolidasi di lapangan secara kontinyu.

Pertahankan orang yang bisa diajak kerjasama.

Ditambah orang kepercayaan Nasrun sendiri.

Di mata Hendri, sosok Nasrun Umar merupakan tipikal leadership.

Sebelum menjadi kepala dinas di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel Nasrun sempat menjabat sekretaris daerah di kabupaten.

"Jika bicara sosok, saya rasa bagus semua. Saya dulu SAG (Sarjana Agama). Malah banyak yang tidak percaya bisa mengurus bola," terangnya

"Jadi Nasrun Umar itu mampu. Tinggal konsolidasi. Satu sampai tiga bulan nanti ketemu iramanya," tutup Hendri.
Hendri Zainuddin sendiri merupakan salah satu sosok dibalik prestasi SFC yang mentereng yang berhasil menjadi juara Copa Indonesia tahun 2008 dan 2009, Piala Liga Indonesia tahun 2010 dan 2011, Inter Island Cup 2010 dan 2012, Indonesian Super League (ISL) 2011/2012, Community Shield 2010 dan perang bintang 2012.

Penggagas Sumsel Super League (SSL) ini menjadi bagian penting SFC sejak 2008 hingga 2013 baik sebagai manajer SFC dan Direktur Teknik (Dirtek).

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved