Konsumsi Daging Merah juga Picu Kanker?

Pernyataan ini dikeluarkan setelah panel para ahli meneliti lebih dari 800 hasil riset ilmiah mengenai kanker.

Konsumsi Daging Merah juga Picu Kanker?
shutterstock
Ilustrasi daging olahan. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Daging olahan seperti ham, bacon, sosis, termasuk daging merah, dapat menyebabkan kanker. Demikian bunyi laporan terbaru dari International Agency for Research on Cancer (IARC), badan riset di bawah World Health Organization (WHO). Pernyataan ini dikeluarkan setelah panel para ahli meneliti lebih dari 800 hasil riset ilmiah mengenai kanker.

Sebenarnya sudah sejak lama banyak ahli percaya bahwa daging olahan, termasuk daging merah, punya kontribusi terhadap meningkatnya risiko kanker, terutama yang berkaitan dengan pencernaan seperti kanker usus besar dan kanker perut. Jadi, pengumuman IARC bukanlah hal yang mengejutkan tapi lebih bersifat menekankan.

"Mereka memiliki otoritas definitif pada subjek ini," kata David Katz, MD, direktur Yale University’s Prevention Research Center, di New Haven, CT.

“Sudah lama kami tidak merekomendasikan konsumsi daging olahan jauh-jauh hari sebelum pengumuman WHO dikeluarkan," ujar Katz lagi.

Para ahli masih belum mengetahui seberapa banyak konsumsi daging olahan yang disebut bisa meningkatkan risiko kanker. Tapi mereka percaya, semakin banyak Anda mengonsumsinya, semakin tinggi risiko yang Anda miliki.

Para produser daging olahan sendiri belum menyetujui pernyataan IARC. Mereka menganggap pengumuman ini bersifat lemah. Mereka menunjuk pada 22 anggota panel yang tidak setuju pernyataan bahwa daging olahan meningkatkan risiko kanker.

"Kanker adalah penyakit yang kompleks, bahkan otak yang sangat cerdas pun tidak bisa mengerti sepenuhnya mengenai penyakit ini," kata Shalene McNeill, PhD, RD, direktur eksekutif bidang riset nutrisi untuk manusia di National Cattlemen’s Beef Association.

“Milyaran dolar telah dhabiskan untuk melakukan riset di seluruh dunia. Dan tidak ada satupun makanan yang terbukti bisa menyebabkan kanker," kata Shalene di situs National Cattlemen’s Beef Association.

Sejak tahun 1970, para ahli kesehatan mengklasifikasikan makanan dan benda-benda di sekitar kita ke dalam lima kelompok terkait kanker, mulai dari mainan anak-anak, zat kimia, hingga makanan sehari-hari. Lima kelompok itu adalah:

1. Kelompok 1: karsinogenik, menyebabkan kanker.

2. Kelompok 2A: besar kemungkinan menyebabkan kanker.

3. Kelompok 2B: mungkin menyebabkan kanker.

4. Kelompok 3: Belum pasti, belum cukup bukti.

5. Kelompok 4: tidak menyebabkan kanker.

Daging olahan sendiri, menurut IARC, masuk dalam kelompok pertama sedangkan daging merah masuk kelompok dua, yakni besar kemungkinan menyebabkan kanker.

Editor: Weni Wahyuny
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved