Golkar Sumsel Sayangkan Ada Kadernya yang Nyeleneh

"Kalau mereka kader Golkar, diminta atau tidak diminta harus mendukung keputusan Golkar, kalau betul mereka kader Golkar? Menurut saya, mereka itu kad

Tribunsumsel.com/Arief B Rohekan
Ketua harian DPD Golkar Sumsel Nasrun Madang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Menyikapi dua kadernya di Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang nyeleneh, dengan memberikan dukungan kepada pasangan Helmy Yahya-Muchendi Mahzareki, berbeda dengan kebijakan partai yang telang mengusung pasangan Noviady-Ilyas Panji Alam disayangkan DPD Golkar Sumsel.

Menurut ketua harian DPD Golkar Sumsel Nasrun Madang, adanya sikap seperti itu menunjukkan mereka tidak memiliki loyalitas terhadap partai yang selama membesarkannya. Atas tindakan tersebut DPD Golkar Sumsel meminta Golkar OI memberikan peringat lisan atau tertulis kepada yang bersangkutan yaitu Iklim Cahaya dan Kusnadi.

"Kalau mereka kader Golkar, diminta atau tidak diminta harus mendukung keputusan Golkar, kalau betul mereka kader Golkar? Menurut saya, mereka itu kader Golkar yang sudah teruji,"ucapnya.

Dijelaskan Nasrun yang akan kembali menjadi anggota DPRD Sumsel menggantikan Edwar Jaya, sosok Kusnadi yang selama ini menjabat Sekretaris DPD OI, dan Iklim Cahaya mantan ketua DPRD OI, sudah memiliki kematangan berpartai dan jelas bagi kader mengawal kebijakan partai.

"Artinya kematangan mereka dari Golkar sudah teruji. Bahwa diperjuangan ini ada masalah, ya biasa dalam perjuangan. Jangan lalu menunjukkan spontanitas langsung, dengan mendukung ini mendukung itu, hal ini menunjukkan mereka bukan sikap kader yang baik. Kalau kader yang baik, apapun yang namanya loyalitas selalu bertentangan hati nurani, tetapi tetap loyal,"tandasnya.

Ditambahkan Nasrun, partainya jelas akan memberikan sanksi tegas, jika keduanya masih tidak merubah sikapnya, melawan kebijakan partai, setelah diberikan peringatan.

"Kalau sekali dua kali nanti, setelah dibuat surat tertulis berupan teguran tidak dipatuhi, nanti diberikan peringatan lebih keras lagi. Jelas ada sanksi bagi kader yang nyeleneh, kader Golkar yang didukung partai namun nyatanya mendukung calon lain,"ancamnya.

Dilanjutkan Nasrun, pihaknya sendiri tidak serta merta langsung memberikan sanksi kepada yang bersangkutan, mengingat pihaknya tidak ingin Golkar ditunggangi pihak-pihak yang tak bertanggung jawab, termasuk memproses pengunduran diri Kusnadi.

"Kusnadi memang mengundurkan diri dan itu kehendak dia, tetapi apakah disetujui atau tidak belaum tahu. Karena kita belum tahu, soal prinsif yang mendasar dia ingin mundur,"pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved