Konsumsi Ayam dan Telur Menurun Hingga 30 Persen
Konsumsi telur di Sumsel 150 ton perhari.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Weni Wahyuny
Laporan wartawan TribunSumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Akibat menurunnya komoditi karet dan sawit, juga berdampak pada penjualan ayam dan telur. Untuk konsumsi ayam di Palembang dan sekitarnya hanya 80 ribu ekor hingga 100 ribu ekor per hari dan untuk keluar Palembang 70 ribu ekor perhari.
Konsumsi telur di Sumsel 150 ton perhari. Kalau konsumsi telur untuk keluar Sumsel seperti, Jakarta, Bangka, Jawa Barat dan lain-lain sebanyak 250 ton per hari dan rata-rata cenderung menurun.
"Sejak dua tahun lalu konsumsi ayam dan telur di Sumsel menggalami penurunan 20 persen hingga 30 persen. Ditambah lagi dengan kondisi cuaca yang masih musim kemarau, sehingga banyak ayam yang kurus dan lama panen," ujar Ketua Asosiasi Masyarakat Perunggasan Sumsel, Ismaidi saat Memperingati Hari Ayam dan Telur Nasional di Jakabaring, Rabu (14/10/2015).
Namun meskipun demikian untuk stok ayam sendiri saat ini masih aman yaitu 200 ribu ekor perhari. Untuk masa panen ayam normalnya 21 hari, namun karena kondisi cuaca dan kemarau panjang masa panen jadi molor hingga 25 hari. Hal tersebut terjadi karena ayam yang dipanen berat setandarnya harus 0.7 kg hingga 1 kg, dengan kondisi seperti ini ayam banyak kurus, akibatnya lama di panennya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/ketua-asosiasi-masyarakat-perunggasan-sumsel-ismaidi_20151014_160727.jpg)