Menjual BBM Murah, Menteri ESDM Sadar Pertamina Menderita
Dari perhitungan Direktorat Jenderal Migas, harga jual BBM seharusnya Rp 8.450 per liter, namun sampai saat ini masih dijual Rp 7.400.
TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengakui harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dijual dibawah harga pasar internasional.
Dari perhitungan Direktorat Jenderal Migas, harga jual BBM seharusnya Rp 8.450 per liter, namun sampai saat ini masih dijual Rp 7.400.
Sudirman pun sadar PT Pertamina (Persero) harus menanggung selisih beban harga jual Premium dengan harga minyak dunia saat ini. Meski menderita, Sudirman tetap melihat kondisi perseroan agar tidak merugi.
"Kami menyadari bahwa sejauh ini harga BBM Pertamina masih dijual dibawah harga keekonomian," ujar Sudirman di komplek Bank Indonesia, Selasa (4/8/2015).
Sudirman pun mengakui bahwa beban yang diberikan kepada Pertamina semata-mata untuk kepentingan masyarakat banyak. Apalagi saat ini pemerintah telah mencabut anggaran subsidi BBM di dalam APBN 2015.
"Itu bukannya sesuatu yang bukan tidak kita monitor, karena kita memilih kebijakan melihat situasi daya beli masyarakat," kata Sudirman
Sudirman memaparkan, dengan kestabilan harga BBM jenis Premium, para pengusaha lokal juga menjadi terbantu. Dalam hal ini para pelaku usaha bisa menghitung ongkos produksi dan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi negara, selama harga BBM bersubsidi stabil.
"Membantu para pelaku usaha yang juga terkena tekanan ini untuk bisa punya plan yang stabil," papar Sudirman.
Sudirman menambahkan, pemerintah tetap menghitung ukuran kenaikan harga BBM bersubsidi. Jika waktunya tepat maka harga BBM akan kembali dinaikan sesuai kebutuhan.
"Kami akan konsisten dengan kebijakan itu dan pada waktunya kita akan disesuaikan sebagaimana harga keekonomian," jelas Sudirman.