Saya Cuma Peluk dan Cium Pak, Tidak Sampai Berhubungan Badan
"Kalau dirumah memang saya cium dan peluk, tapi tidak sampai berhubungan badan seperti yang dituduhkan orang tuanya," jelas Putra.
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Saputra Wijaya alias Putra (18) warga Jalan Sukabangun 2 Lorong Tembusan Kelurahan Sukakarya Kecamatan Sukarami ini tampaknya harus melanjutkan masa mudanya di sel tahanan Polresta Palembang.
Itu terjadi usai ia dilaporkan dan dibawa oleh TS (40) warga Jalan Sosial Kecamatan Sukarami yang tak lain adalah ayah dari BL (15) seorang gadis kecil yang telah dicabuli oleh Putra. Minggu (2/8/2015).
Dihadapan petugas, remaja putus sekolah ini hanya tertunduk dengan borgol yang melingkar ditangannya.
Pemuda yang tangannya dipenuhi dengan tato ini mengatakan, awal mula kejadian tersebut ialah ketika ia mendapatkan no Handphone milik BL yang didapatnya dari temannya.
"Setelah mendapat no. Handphone kami lalu berkomunikasi baik dengan secara smsan dan telponan," ujarnya saat diamankan petugas.
Setelah beberapa waktu menjalani komunikasi, akhirnya mereka berdua menjalin hubungan pacaran.
Jarang bertatap muka, akhirnya pada hari kamis (30/7/2015) mereka sepakat untuk janjian bertemu di Kambang Iwak Family (KIF) Park, dan selanjutnya Putra mengajak BL untuk berkunjung dikediamannya.
"Kalau di rumah memang saya cium dan peluk, tapi tidak sampai berhubungan badan seperti yang dituduhkan orang tuanya," jelas Putra.
Ternyata bukan itu saja yang membuat orang tua BL marah. Pasalnya setelah kejadian itu Putra tak kunjung mengajak BL pulang ke rumah.
Putra mengajak BL untuk menjenguk orangtua temannya yang hendak melakukan operasi hingga larut malam, dan pada keesokan harinya, Jumat (31/7/2015) Putra dipancing oleh orang tua BL dan digelandang ke Polresta Palembang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/putra-saat-diamankan-di-polresta-palembang-minggu-282015_20150802_182821.jpg)