Semak Terbakar, Asap Mulai Membumbung
"Saat ini sedang musim kemarau. Api akan sangat cepat menyala dan merembet baik ke semak atau hutan maupun kepemukiman warga itu sendiri
TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT --Asap api mulai membumbung tinggi di beberapa titik di kabupaten Lahat. Api berasal dari semak semak belukar yang diduga sengaja dibakar oleh oknum warga. Hal ini seperti terlihat di kawasan Desa Tanjung payang dan kelurahan Pasar baru, Lahat, Selasa (28/7). Api terlihat dengan mudah 'melahap' semak belukar yang memang sudah tampak mengering. Sebelumnya, kebakaran juga terjadi dikawasan semak beluk Kecamatn Merapi Timur. Banyaknya titik api membuat warga mengeluh dan khawatir. Pasalnya, selain takut terjadi kebakaran warga cemas asap bisa berdampak buruk pada pernapasan. Apalagi saat ini cuaca panas disertai angin.
Jamal (44) warga Kota Lahat, mengungkapkan keluhanya terhadap banyaknya asap yang bertebaran diudara akibat terjadinya pembakaran semak atau lahan pertanian. Selain akan menganggu pandangan juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Tak hanya itu, pembakaran yang terjadi juga bisa mengancam keselamatan terlebih jika titik api terus merambat kepemukiman warga. "Ya kita lihat belakangan sangat marak akan terjadinya pembarakan. Saat kemarau saat ini sangat berbahaya baik bagi keselamatan maupun kesehatan,"keluhnya.
Dirinya berharap orang yang melakukan pembakaran harus bisa mempertanggungjawabkan perbuatanya. Jangan hanya kepentingan pribadi mengorbankan kepentingan orang banyak. Apalagi dirinya menduga pembakaran disengaja bukan berlatar ingin membuka lahan pertanian. Pasalnya, hampir saat kemarau dibeberapa titik terjadi kebakaran. "Pemkab atau aparat terkait harus melakukan pencegahan dan bila perlu warga yang sengaja melakukan pembakaran ditangkap dan diberikan sanksi,"tegasnya.
Sebelumnya, Bupati Lahat H Saifudin Aswari Riva'I, SE mengimbau kepada semua warga yang ada di Bumi Seganti Setungguan hati hati dengan api. Pasalnya, menurut suami RR Kurnia Sismartianti Aswari ini saat ini sedang memasuki musim kemarau. Api akan sangat mudah tersulut dan bisa menjadi malapetaka bagi warga itu sendiri. Untuk itu, hidupkan api seperlunya dan diawasi.
"Saat ini sedang musim kemarau. Api akan sangat cepat menyala dan merembet baik ke semak atau hutan maupun kepemukiman warga itu sendiri,"terangnya.
Seperti kebakaran hutan tidak perlu terjadi jika warga tidak sengaja melakukan pembakaran atau lengah dengan api. Aswari juga meminta agar warga tidak memanfaatkan kemarau untuk membuka lahan pertanian dengan cara dibakar. Pasalnya, hal tersebut bisa merusak dan mencemari udara belum lagi jika apinya besar dipastikan bisa merembet ke lahan yang lebih luas. "Dampaknya bisa besar. Untuk itu hati hati begitu juga saat dirumah jika akan memasak dan tetap diperhatikan aliran listrik jangan sampai terjadi konslit,"jelasnya.
Sementara, pembakaran yang terjadi di kawasan benteng lahat terus melebar. Api terus membesar menuruti arah angin. Kendati demikian belum terlihat upaya pemadaman baik warga sekitar maupun petugas. Di kabupaten lahat sendiri setidaknya ada beberapa kecamatan khususnya semak belukar yang rentan atau kerap terjadi kebakaran yakni kecamatan Gumay Ulu, Kecamatan Pulau Pinang, Kota Lahat, Merapi Area, Kikim Area dan beberapa kecamatan lainya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/semak-belukar-yang-berada-diantara-desa-tanjung-payang-dan-kelurahan-pasar-baru-lahat_20150728_140840.jpg)