SARAPAN PAGI

SS Expo Jangan Sekedar Agenda Rutin

Layaknya pameran maka dari kejauhan sudah terlihat keramaian, parkir kendaraan roda dua terlihat menyebar di beberapa titik berdekatan dengan arena.

TRIBUNSUMSEL.COM/SRI HIDAYATUN
Kegiatan Sumatera Expo 2015, Jumat (15/5/2015). 

PENASARAN dengan event South Sumatera Expo yang digelar sejak Jumat (15/5), Tribun menyempatkan diri berkunjung ke arena pameran tersebut Senin (18/5) petang. Perjalanan menuju BKB pun tidak butuh waktu lama, hanya sekitar 10 menit dari Graha Tribun yang terletak di Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara.

Layaknya pameran maka dari kejauhan sudah terlihat keramaian, parkir kendaraan roda dua terlihat menyebar di beberapa titik berdekatan dengan arena pameran. Pihak panitia sebenarnya sudah menyiapkan tenda yang ukurannya cukup besar.

Entah karena mungkin petang kemarin, Senin (18/5) cuaca Kota Palembang yang suhunya memang menunjukkan angka 32 derajat celsius maka sejumlah pengunjung juga penjaga stan terlihat berkipas menggunakan lipatan kertas atau brosur pameran atau alat seadanya.

Stan yang berpartisipasi pada pameran kali ini sebenarnya cukup variatif. Ada stan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pemkab/Pemkot di Sumsel serta pemerintah daerah selain Sumsel termasuk sejumlah pelaku usaha rekanan bisnis instansi pemerintah juga pelaku usaha mandiri.

Hal yang menarik dari pameran kali ini adalah batu akik yang menjadi primadona. Sejumlah stan pemerintah daerah yang menawarkan batu akik ramai didatangi pengunjung. Stan lainnya tak kalah menarik, ada yang menyediakan kerajinan khas Palembang. Ada juga stan yang menampilkan komoditi unggulan dan umumnya stan tersebut merupakan stan instansi pemerintah daerah.

Di sisi kiri dan kanan tenda besar masih di pelataran BKB bisa didapati tenda kerucut berukuran kecil yang menjual makanan, produk fesyen juga aksesoris. Suasana di bawah tenda kerucut ini lebih mirip suasana pasar dengan pedagang kaki lima dibandingkan ekspo.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, Permana beberapa waktu lalu menuturkan SS Expo yang digelar Jumat 915/5) hingga Rabu (20/5) memang menjadi ajang ekspos bagi UKM sehingga dapat membuka peluang bisnis antar daerah terutama bisnis UKM. Termasuk untuk memicu perdagangan antar pulau dan antar kota di Indonesia. Sekaligus saling bertukar informasi sesama pedagang atau pelaku bisnis.

Soal omzet, Permana berharap dapat tumbuh 5 hingga 15 persen dari tahun lalu. Ditargetkan selama ekspo omset bisa mencapai Rp 8, 28 miliar atau naik 15 persen dari pencapaian tahun lalu yang bisa tembus Rp7,2 miliar.

Target yang dipasang oleh Disperindag ini sah-sah saja. Namun, bisa dijadikan masukan bagi pemerintah ke depan adalah agar ekspo atau apapun nantinya hendaknya memang bisa menjadi ajang promosi bagi Pemprov Sumsel serta daerah-daerah lain di Sumsel. Karena selama ini ada kecenderungan ekspo atau apapun namanya hanya menjadi agenda rutin yang format kegiatannya nyaris tak berubah dari tahun ke tahun.

Padahal event ini sebenarnya bisa dibuat jauh lebih baik dari saat ini. Meski mungkin tak harus sama dengan Jakarta Expo, setidaknya event SS Expo ini bisa lebih menasional sehingga menjadi agenda yang memang dinanti tak hanya pelaku bisnis lokal dan regional tetapi juga pelaku bisnis internasional.

Menarik tak hanya bagi warga Palembang dan Sumsel melainkan juga warga mancanegara. Bukankah namanya sudah cukup mengena South Sumatera Expo, sehingga idealnya melalui event ini orang mendapat gambaran dan informasi mengenai Sumsel secara singkat tetapi padat.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved