Akhiri Konflik Yaman

Gudang senjata tersebut berada di Gunung Faj Attan. Jarak antara gudang senjata dengan KBRI sekitar 5 kilometer.

Penulis: Hanafijal |
KBRI YAMAN via BBC INDONESIA
Kerusakan di Gedung KBRI di Sanaa, Yaman akibat ledakan bom. 

KANTOR Kedubes RI di Kota Sanaa, Yaman hancur lebur dengan kerusakan mencapai 90 persen. Tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang berada di kantor tersebut terluka. KBRI bukan target serangan, tetapi kena sasaran.

Pasukan Koalisi yang dipimpin Arab Saudi menggelar serangan udara dengan target utama kelompok Houthi. Serangan tersebut justru mengenai gudang senjata yang justru menewaskan belasan warga.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi menjelaskan, ledakan yang mengenai KBRI terjadi, Senin (20/4) pukul 10.45 waktu setempat.

Saat hampir bersamaan, 109 Menlu dan pimpinan kepala negara dari Asia Afrika berkumpul di Jakarta membahas perdamaian di kawasan Timur Tengah memperingati ke-60 Konferensi Asia Afrika.

Retno Marsudi langsung menggelar jumpa pers untuk menyikapi serangan yang turut meluluhlantakkan KBRI.

"Indonesia mengecam keras serangan bom yang terjadi di Kota Sanaa," tegas Menlu Retno di Gedung JCC, Jakarta.

Retno mengatakan,saat terjadi ledakan, terdapat 17 WNI di kantor tersebut. Mereka terdiri dari 4 orang anggota tim evakuasi dari Jakarta, 1 home staf, 5 lokal staf, 5 buruh migran Indonesia, dan dua mahasiswa Indonesia.

Dua staf KBRI dan satu WNI terluka akibat serangan tersebut. Mereka terkena pecahan kaca. Saat ini, ketiganya telah mendapatkan perawatan dan WNI lainnya telah dievakuasi ke Wisma Negara di Sanaa.

Jubir Kemenlu RI, Armanatha Nasir menjelaskan, KBRI di Sanaa sudah tidak beroperasi lagi sejak situasi di Yaman tidak kondusif. Namun sejumlah staf memang tetap berjaga di gedung tersebut untuk mengantisipasi adanya WNI yang hendak meminta bantuan.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu RI Lalu Muhammad Iqbal mengatakan gedung KBRI hanya terkena dampak pengeboman. Sasaran utama dari serangan udara adalah kelompok Houthi yang menguasai Gunung Faj Attan.

Gudang senjata tersebut berada di Gunung Faj Attan. Jarak antara gudang senjata dengan KBRI sekitar 5 kilometer.

"Karena ini gudang senjata, ledakannya sangat besar dan mengguncang sampai KBRI," ujar Iqbal.

Menurut Iqbal, ini adalah serangan terbesar di Yaman sejak terjadi aksi saling serang antara pemberontak Houthi dan pemerintah Yaman sejak 25 Maret lalu.

Arab Saudi memimpin aliansi sejumlah negara untuk menggelar serangan udara terhadap kelompok Houthi yang didukung Iran dan unit-unit militer yang masih loyal kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh.

Yaman saat ini dilanda konflik antara pemerintah Sunni dan pemberontak Houthi yang beraliran Syiah. Karena itulah sejak Desember 2014 pemerintah berusaha mengevakuasi WNI dari sana.

Halaman 1/2
Tags
Yaman
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved