Siswi SMP Diculik dan Dipaksa Jadi Lesbian
DH pamit kepada orangtuanya untuk berlebaran di rumah teman. Sejak itu, sulung dari dua bersaudara ini raib.
TRIBUNSUMSEL.COM, SURABAYA - Sejak dua tahun lalu, DH (16) tinggal di rumah psikiater. Ia harus menyembuhkan trauma dan penyimpangan mental akibat penculikan dirinya pada 2013.
Ia diculik perempuan dewasa yang awalnya berpura-pura menjadi pria remaja usia sebaya. Saat itu, DH duduk di bangku SMP.
Saat Ramadan tiba, ia menerima pesan pendek (SMS) nyasar yang isinya menggoda dan mengajak pacaran. Ia termakan rayuan hingga bersedia diajak bertemu.
Pagi di hari keempat Lebaran, DH pamit kepada orangtuanya untuk berlebaran di rumah teman. Sejak itu, sulung dari dua bersaudara ini raib.
Polisi menyebar foto DH ke publik. Enam bulan kemudian, gadis itu baru ditemukan di rumah kontrakan KC (27), dekat sebuah lokalisasi di Tulungagung.
KC inilah ternyata yang mengirim SMS dan menyaru (menyamar) sebagai laki-laki. Saat ditangkap polisi, KC mengaku memang penyuka sesama jenis (lesbian).
Dia juga berterus terang telah mencabuli DH. Korban yang masih polos dan normal, awalnya berontak. Namun, di bawah ancaman, DH hanya bisa menuruti aksi cabul KC.
Berkali terulang, pelan-pelan korban beradaptasi. Bocah normal itu ikut berperilaku menyimpang, ikut menjadi lesbian.
KC yang tomboi ini ternyata tidak saja mencabuli DH, melainkan juga sempat menjual DH untuk melayani lelaki hidung belang.
Tercatat dua kali DH dilacurkan, dengan bayaran masing-masing Rp 800.000.
Begitu ditemukan polisi, DH yang mengalami trauma dan penyimpangan mental kemudian diambil Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Tulungagung. Si penculik divonis hukuman penjara 12 tahun.
Rehabilitasi bagi DH bukan perkara mudah. Sebab, ia telanjur beradaptasi dan menikmati perilaku menyimpang, suka sesama jenis.
"Butuh pendampingan dan penanganan psikiater dalam waktu panjang," tutur Sunarto, pendamping korban dari LPA Tulungagung.
DH dititipkan di rumah psikiater. Para pendamping berupaya agar DH kembali normal.
Dua tahun terapi rehabilitasi berjalan, Sunarto dan para pendamping melihat perkembangan pada diri DH. Gadis ini kembali ceria dan bisa melupakan KC.