Ibu Tagih Upah Anak Diberhentikan
Bahkan Netizen Mau Jadi Donatur Ra
Minta contact personnya gan, kalau bener 5 besar, saya dan istri mau jd donatur biaya sekolah rasya,,,,,, Drpd ngomenin manusia brengsek, lebih baik
Penulis: Kharisma Tri Saputra | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Nasib yang dialami oleh Ra, siswa kelas 2 SD Negeri 150 Palembang yang diberhentikan karena ibunya yang menagih upah Rp 500 ribu mendapatkan tanggapan dari netizen.
Bahkan ada seorang netizen yang mau menjadi donatur guna membiayai sekolah dari Ra. Seperti kata akun facebook Taufik Setiawan.
Minta contact personnya gan, kalau bener 5 besar, saya dan istri mau jd donatur biaya sekolah rasya,,,,,,
Drpd ngomenin manusia brengsek, lebih baik kita support pendidikan generasi gemilang indonesia,,,,
Baca juga: Kasihan, Anak Ini Diberhentikan Dari Sekolah Hanya Karena Ibunya Tagih Upah
Akun lainnyapun mendukung langkah dari akun Tufik Setiawan dan mendoakan semoga hal tersebut segera terwujud.
@Green C-Earth, Salut kpada bpak. Smoga cpat trwujud bisa mmbiayai si ra. Kepseknya sewenang wenang tu. Klo terbukti hrus dcopot jabatanya. Mna bnyak krabatnya sndiri yg kerja disitu.
Sementara itu banyak netizen yang mengecam kepala sekolah SD Negeri 150 Palembang yang dinilai tidak adil. Mereka juga mengecam karena ia dinilai melakukan KKN dan menghalangi hak si anak dalam belajar di sekolah.
Ini beberapa tanggapan netizen di Facebook:
Oyenk Jepang
Kepsek kok kkn. Smua saudaranya satu sekolah. Dah gt tahan gaji orang. Pake berhentikan sekolah anak2. Dasar iblis. Pecat ajah tuh kepsek.
Cindy Pearl
hmmm masih ngeles juga nih kepala.sekolah..kalo emang ga knpa2 ngapain pake dihalang2i
ingat hadist bayarlah pegawaimu sebelum keringat mereka mengering..
na'udzubillah..
anak.kecil ga mgkin bhong
Cak Markuat M
kl ada masy sekitar mo bantu ini kelg itu sangat dihargai, tp mslh tdk bs berhenti disitu sj. ini masalah serius krn menyangkut hak asasi manusia (anak) yg menyangkut masa depan mrk serta masalah serius terkait mamanjemen sekolah. alangkah baiknya jk tribun sgr memberi info kpd pihak terkait (dinas p&k; dpr dll) untuk mencari kebenaran info untuk penyelesaian terbaik. heran, hdp di jmn merdeka tp apa betul perilaku msh spt kompeni?
Seperti diberitakan sebelumnya, prestasi anak berinsial Ra, siswa kelas 2 SD Negeri 150 Palembang, selalu masuk rangking lima besar di kelas tak menjadi pertimbangan Kepala SDN 150 Dra Mirahidaya MM. Rasya tetap diberhentikan. Alasannya sungguh tak masuk di akal sehat.
Dewi, ibu Ra, mengatakan, anaknya diberhentikan karena Kepsek Mirahidaya kesal Dewi sering menagih uang Rp 500 ribu sebagai upah bersih-bersih sekolah.
Sementara itu, Kepsek Mirahidaya balik menuding Dewi, ibu Ra, sengaja menyebarkan fitnah dia telah memberhetikan Dewi dan suaminya dari pekerjaan di sekolah.
Soal gaji, juga sudah dibayarkan kepada Dewi.
Namun, katanya, setelah gaji dibayar ternyata Dewi mengundurkan diri bekerja dengan memberikan surat pengunduran diri tanpa pamit dan menghadap kepada Mirahidaya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/dewi-dan-putranya-ra-menunjukkan-surat-pemberhentian-sdn-150-palembang.jpg)