77 Tahun Menunggu, Wanita Ini Bertemu Suaminya dalam Plakat Prajurit Gugur

Pasangan tersebut jatuh cinta dan langsung menikah. Pada tahun 1937, dua tahun setelah keduanya menikah, Jepang menginvasi Tiongkok.

77 Tahun Menunggu,  Wanita Ini Bertemu Suaminya dalam Plakat Prajurit Gugur - woman-war-story.jpg
SHANGHAIIST
Zhang Shuying saat memperlihatkan foto bersama suami pertamanya
77 Tahun Menunggu,  Wanita Ini Bertemu Suaminya dalam Plakat Prajurit Gugur - 77-love-2.jpg
SHANGHAIIST
Zhang Shuying saat melihat plakat di sebuah kuil tempat dikubur suami pertamanya yang tewas dalam pertempuran
77 Tahun Menunggu,  Wanita Ini Bertemu Suaminya dalam Plakat Prajurit Gugur - 77-love-4.jpg
SHANGHAIIST
Zhang Shuying saat masih muda.

TRIBUNSUMSEL.COM - Kisah mengharukan terjadi ketika seorang wanita berumur 93 tahun akhirnya bisa 'bersatu kembali' dengan suaminya yang telah meninggal di medan perang selama Perang Tiongkok - Jepang kedua.

Dilansir dari Shanghaiist, Zhang Shuying akhirnya dapat bertemu suaminya setelah melihat namanya di Kuil Martir 77 tahun kemudian. Kejadian ini membuat heboh media sosial di di Tiongkok.

Dirinya pertama kali bertemu suaminya, Perwira Tentara Zhong Chongxin selama kencan buta di Fuzhou 79 tahun yang lalu, ketika masih berumur 14 tahun.

Pasangan tersebut jatuh cinta dan langsung menikah. Pada tahun 1937, dua tahun setelah keduanya menikah, Jepang menginvasi Tiongkok.

Zhong lalu meninggalkan Shanghai untuk melakukan tugasnya sebagai prajurit. "Ia tiba-tiba memeluk saya dari belakang setelah mengucapkan selamat tinggal," ujar Zhang.

Zhang menambahkan bahwa suaminya menangis dan berjanji akan kembali lagi. Dirinya lalu pindah ke Chongqing, kampung halaman Zhong dimana ia sangat cemas menunggu kedatangannya.

Setelah hanya satu telepon dari Zhong, Zhang tidak pernah lagi mendengar berita tentang suaminya.

Selama tujuh tahun ia menanti, tetapi Zhong tidak pernah kembali. Pada tahun 1944, ia bertemu dengan seorang teman Zhong di jalan dan mengetahui bahwa suaminya telah meninggal dalam pertempuran.  

Pada tahun 1949, Zhang menikah dengan pria lain dan mendapatkan tiga anak. Tahun berlalu, Zhang bertambah tua, tetapi tidak bisa berhenti memikirkan cinta pertamanya.

Tahun 1988, ia akhirnya memutuskan untuk menceritakan hal ini kepada anak-anaknya. Tersentuh oleh cerita ibunya, anak-anak Zhong akhirnya mencari peristirahatan terakhir suami pertamanya.

Setelah berusaha selama bertahun-tahun, mereka akhirnya menemukan lokasi Zhong Chogxin yakni di sebuah Kuil Martir di Taipei.

Pada 22 November, Zhang akhirnya tiba di Taipei untuyk melihat nama Zhong yang tertulis dalam sebuah plakat di kuil diantara puluhan tentara lain yang gugur.

Ia tinggal di kota itu selama tujuh hari dan mengunjungi kuil selama tiga kali sebelum pulang.

"Aku hanya menangis tiga kali dalam hidup, setiap kali menangis pasti itu untuk dia," tuturnya.

Pertama kali Zhang menangis saat menerima pesan kematian Zhong, kedua saat menerima foto Zhong. Sementara itu terakhir kali adalah saat melihat nama suami pertamanya di Taipei.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved