Anaknya Dibunuh Taliban, Sang Ibu Balas Dendam Tewaskan 25 Militan
Akibat peristiwa itu, Gul membulatkan tekad untuk balas dendam. Membalas kematian anaknya yang tak berdosa. Dibantu oleh suaminya, anak-anaknya dan
TRIBUNSUMSEL.COM - Duka dan kesedihan masih belum hilang dalam ingatannya. Seorang ibu asal Afghanistan, Reza Gul ini pun tampaknya tak akan pernah melupakan saat-saat ketika peluru panas yang dimuntahkan Militan Taliban, menembus tubuh anaknya hingga tewas di pos pemeriksaan di Provinsi Farah, Afghanistan. Gul saat itu hanya bisa menyaksikannya anaknya yang berprofesi sebagai polisi itu meregang nyawa tanpa daya untuk menyelamatkannya.
"Anakku adalah seorang polisi, ia dibunuh di depan mataku sendiri," ujar suami Gul, Abdul Satar.
Akibat peristiwa itu, Gul membulatkan tekad untuk balas dendam. Membalas kematian anaknya yang tak berdosa. Dibantu oleh suaminya, anak-anaknya dan keponakannya, Gul memimpin kelompok kecil ini untuk melaksanakn serangan berdarah di lokasi dimana anaknya ditembak mati. Mereka pun membawa senjata berat.
Laporan Khaama Press menyebutkan bahwa serangan balasan yang brutal itu setidaknya berlangsung selama beberapa jam. Hasilnya, ada 25 orang militan tewas. Serta beberapa orang lainnya luka-luka.
"Aku tidak bisa menahan diri untuk mengangkat senjata. Lantas aku pergi ke pos pemeriksaan dan mulai membalas mereka," kata Gul sebagaimana dikutip tribunjogja.com dari TOLOnews.com, Rabu (26/11/2014).
Keponakannya, Seema yang ikut serta dalam kelompok kecil ini menegaskan bahwa sejak awal mereka memang sudah berjanji akan bertempur hingga peluru terakhir. Setelah, pertempuran itu berakhir, mereka menemukan tubuh para militan taliban yang telah tewas. Sementara yang lainnya luka-luka.
Sementara itu, anaknya yang paling kecil, Sardar, mengaku bertugas untuk memasok peluru yang akan digunakan ayahnya selama pertempuran itu.
"Taliban adalah orang asing. Jika mereka menyerang kami sebanyak 100 kali, maka kami akan membalasnya lebih banyak. Dan kami akan menumpahkan darah mereka sehingga tidak ada yang berani masuk ke desa kami," tandas Sardar.
Adapun aksi mereka ini memeroleh sanjungan dari kepolisian setempat. "Kami sangat bangga dengan keberanian mereka dan ini akan menjadi kisah yang akan dikenang oleh kami dan seluruh warga Provinsi Farah," jelas Jeneral Abdul Razaq Yaqubi, Kepala Kepolisian setempat.