Inflasi Akan Dirasakan Pada Tiga Bulan Kedepan
Kenaikan harga BBM yang terjadi pada pertengahan November 2014 diperkirakan akan mendorong inflasi.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kenaikan harga BBM yang terjadi pada pertengahan November 2014 diperkirakan akan mendorong inflasi. Kenaikan sebesar Rp2.000/liter untuk premium dan solar akan memberikan dampak langsung terhadap inflasi Sumatera Selatan sebesar 1,12%. Hal ini dikemukakan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VII, R Mirmansyah.
"Selanjutnya, kenaikan harga BBM tersebut akan memberikan dampak tidak langsung kepada tarif angkutan serta kelompok inflasi kelompok inti dan volatile food," ujarnya.
Dampak inflasi akan dirasakan pada tiga bulan paska diberlakukannya kenaikan harga, dan selanjutnya dampak yang dirasakan akan minimal atau hanya bersifat temporer.
Ia menilai, penyesuaian harga BBM ini merupakan upaya yang diperlukan oleh Pemerintah untuk kesehatan perekonomian dalam jangka panjang.
Total dampak kenaikan harga BBM kepada inflasi Sumsel adalah berada pada kisaran 2,26 – 2,76 %. Diperkirakan pada akhir tahun 2014 inflasi Sumsel akan berada pada kisaran 6,28 – 6,78%," kata Mirmansyah
Perkiraan tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya yaitu sebesar 4,5 + 1%. Selain kenaikan harga BBM, tekanan inflasi pada akhir tahun juga akan ditambah dari kebijakan administered price lainnya. Yaitu kenaikan batas atas tarif angkutan udara, elpiji 3 kg, dan kenaikan Tarif Tenaga Listrik.