Kegemukan Picu Sakit Tulang

Tetapi ketika pasien itu beristirahat, berbaring, dan duduk, maka nyerinya bisa hilang. "Biasanya terjadi pada usia di atas 50 tahun," kata dr Djoko.

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Maria AP

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Brigjen TNI (Purn) dr Djoko RiBadi SpS (K) menjelaskan mengenai salah satu penyakit tulang belakang. Yaitu tulang belakang yang bergeser pada PIT PERSPEBSI Ke 19 di Ballroom Hotel Aryaduta, Jumat (31/10).

Tulang belakang bergeser bisa dikarenakan proses penuaan dan cedera. Gejala yang dirasakan yaitu sakit pinggang yang menjalar sampai bokong, ketika berdiri terlalu lama akan nyeri, dan saat berjalan jauh juga nyeri.

Tetapi ketika pasien itu beristirahat, berbaring, dan duduk, maka nyerinya bisa hilang. "Biasanya terjadi pada usia di atas 50 tahun," kata dr Djoko.

Selain itu, orang yang terlalu gemuk dan pasien kencing manis, juga bisa terkena dampak tulang belakang yang bergeser.

Tindakan yang dilakukan yaitu pada tahap awal, pasien difisioterapi. Pasien diharapkan menjaga pola hidup yang memperkuat otot pinggang. Misalnya dengan senam. Jika tidak berhasil juga, maka akan diberikan obat-obatan. Tahapan akhirnya adalah operasi.

Metode penanganan tulang belakan yang bergeser yaitu dengan membebaskan saraf dari tekanan, meluruskan ruas tulang, menstabilkan kedua tulang, dan membuat dua tulang tumbuh menjadi satu unit.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved