Warga PALI Heboh Penemuan Kapal Kuno
Lokasi Penemuan Kapal Rusak dan Beberapa Bagian Kapal Diambil Warga
Sebelumnya warga berbondongan datang ke melihat kapal kayu kuno, bahkan warga rela menyewa perahu ketek untuk menuju kapal tertimbun tanah.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALI - Penemuan kapal kayu kuno di tepian sungai Lematang yang sempat gemparkan warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), kini tempat tesebut menjadi terbengkalai pasca digali oleh warga setempat.
Informasi yang dihimpun Tribunsumsel.com, Rabu (8/10/2014), kapal kayu kuno yang diyakini bekas peninggalan zaman kerajaan, berada tepian sungai Lematang, Desa Sukaraja Kecamatan Tanah Abang, sekitar 3 kilometer dari jarak Candi Bumi Ayu. Warga meyakini kapal kayu kuno tersebut sangat berhubungan erat dengan Candi Bumi Ayu di Desa Tanah Abang.
Pantauan Tribun di lokasi penemuan kapal tersebut sudah digali oleh warga sejak Sabtu (4/10/2014), dengan kedalaman sekitar 11 meter dan lebar 5 meter. Kapal kayu kuno berada timbun tanah padat berwarna kekuningan bercampur hitam dan di atas tanah terdapat semak belukar dan pohon besar.
Maryani (38) warga Suka Raja, pada Tribunsumsel.com, mengatakan, kapal kayu kuno tersebut tertimbun oleh tanah dengan kedalaman sekitar 11 meter. Terlihatnya kapal kayu tersebut disebabkan tanahnya yang amblas serta air yang surut.
"Waktu itu (Sabtu(4/10) kami menggali bersama delapan orang. Ke dalam yang kami gali sekitar 11 meter dan lebar 5 meter, bentuknya berbentuk kapal, cara pengikatan kapal tersebut menggunkan tali ijuk alami berwarna hitam dengan membolong papan kayu untuk diikat dan disambung tali ijuk," kata Maryani satu di antara delapan penggali kapal kayu kuno pada TribunSumsel.com, Rabu (8/10).
Lanjut Maryani, awal mula kayu tersebut masih berbentuk utuh kapal kayu kuno. Namun banyak warga berdatangan mencongkel kapal kayu kuno sehingga bentuknya berubah, bahkan tali ijuk kayu pengikat kapal raib diambil warga.
"Sebelumnya warga berbondongan datang ke melihat kapal kayu kuno, bahkan warga rela menyewa perahu ketek untuk menuju kapal tertimbun tanah," jelas Maryani.
Berita lengkapnya klik TOPIK ini.