Sakit Kepala Gejala Kanker Otak

Kecacatan yang timbul akibat kanker otak cukup tinggi dibanding kangker lainnya. Misalnya kelumpuhan, kebutaan, gangguan bicara.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sakit kepala yang berlangsung cepat dan diikuti gangguan susunan syaraf, misalnya lumpuh, buta, pikun, kejang-kejang, dan susah bicara, bisa jadi gejala kanker otak. Deteksi dini penemuan penyakit tersebut, menjadi hal yang penting.

"Karena penyebab kanker otak tidak bisa dilihat dengan jelas, seperti kanker pada umumnya," kata dr. Sahat Edison Sitorus, SpBS(K), M.Epid (klin) ketika ditemui Tribun, Kamis (25/9).

Sahat menuturkan, kanker otak adalah pertumbuhan abnormal sel yang menyangkut jaringan otak (misalnya sel syaraf, sel penyokong, dan selaput otak). Pertumbuhan sel yang tidak terkontrol tubuh tersebut bisa terjadi di dalam dan di luar tengkorak serta pada tulang belakang. "Jika seseorang sudah terkena kanker payudara misalnya, maka kemungkinan terkena kanker otak juga ada," kata dr Edison.

Menurut asalnya, kanker otak bisa terjadi dari dalam otak sendiri dan dari luar otak. Dari luar otak misalnya, mengidap kanker payudara, maka sel-sel ganas tersebut dapat menyebar ke tulang dan jaringan otak. Sehingga diperlukan deteksi dini.

dr Sahat menuturkan, pengobatan kanker ada dua macam, dilihat dari asal kanker tersebut. Kalau berasal dari sumber sekunder, obati dahulu tumor primernya. Misalnya kanker payudara yang sudah menjalar menjadi kanker otak. Obati kanker payudaranya dahulu, baru kanker otak. Jika kanker otaknya yang diobati terlebih dahulu, maka selang beberapa saat kanker otak bisa datang lagi dari sumber primer yaitu otak.

"Pengobatan hanya bisa dilakukan dengan operasi pembedahan. Karena jaringan otak relatif lebih kebal terhadap radiasi maupun kemoterapi," katanya. Namun, setelah dioperasi, pasien juga menjalankan pengobatan tambahan yaitu radioterapi dan kemoterapi.

Kecacatan yang timbul akibat kanker otak cukup tinggi dibanding kangker lainnya. Misalnya kelumpuhan, kebutaan, gangguan bicara. "Gangguan tersebut mulai dari ringan, sedang, sampai berat yang perlu bantuan orang lain. Meskipun demikian ada juga yang bisa normal kembali," pungkasnya. (MARIA ASRINING PINANTI).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved