Benarkah ISIS "Akan Mati"?
ISIS menguasai wilayah bukan karena kekuatannya, melainkan lebih karena besarnya kegagalan militer Irak untuk dapat bertahan dan berperang.
TRIBUNSUMSEL.COM - ISIS tidak hanya lebih lemah secara militer, tetapi ideologinya mengalami luka yang dalam, kata Dr Afzal Ashraf dari suatu lembaga kajian keamanan dan pertahanan di Inggris, RUSI.
Sampai sejauh ini, strategi kelompok ini tidaklah menyerang Barat secara langsung, berbeda dengan Al Qaeda.
Amerika Serikat langsung mengatasi Al Qaeda sehingga dalam tujuh tahun ini organisasi tersebut hanya melakukan serangan propaganda internet.
Jadi harus ada keyakinan bahwa gerakan yang langsung mengancam Barat secara sistematis akan kehilangan kemampuan merusak.
Persaingan kekuasaan dengan Al Qaeda
ISIS dan Al Qaeda saling membenci, bukan terkait dengan teologi, melainkan karena sama-sama bersaing menjadi penguasa. Haus kekuasaan di antara keduanya merusak kaitan ideologi dan agama yang ada.
Ajaran Islam tentang pemahaman mengenai Tuhan dan penciptaan hancur karena nafsu mendapatkan kekuasaan dengan menggunakan kekerasan.
Pertarungan untuk mendapatkan "kekuasaan" keagamaan melalui penguasaan wilayah dengan menggunakan kekerasan mengungkapkan bahwa persaudaraan hanyalah sebuah mitos.
Kelemahan Irak
ISIS menguasai wilayah bukan karena kekuatannya, melainkan lebih karena besarnya kegagalan militer Irak untuk dapat bertahan dan berperang.
Sekitar tiga bulan lalu ISIS membual akan menguasai Baghdad dalam hitungan hari. Hal ini tidak pernah terjadi. ISIS bahkan harus bergerak mundur dari sejumlah wilayah.
Beberapa minggu lalu, kelompok ini kehilangan Bendungan Mosul yang strategis ke tangan pejuang Peshmerga Kurdi yang aksinya didukung kekuatan udara AS.
Amerika Serikat
Tanggal 10 September, Presiden Barack Obama mengumumkan strategi negaranya untuk "menjatuhkan dan menghancurkan" ISIS.
Kehancuran ISIS memang tidak akan berlangsung cepat dan mudah, tetapi hal ini tidak bisa dihindari lagi.