Pembangunan Balai Selalu Bermasalah, Warga Gelar Yasinan dan Ritual Adat

Akibat banyaknya halangan dan rintangan dalam pembangunan Pasar Tradisional dan Balai Serbaguna, membuat para pemuka adat, tokoh agama

Penulis: Edison | Editor: Kharisma Tri Saputra

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Edison

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Akibat banyaknya halangan dan rintangan dalam pembangunan Pasar Tradisional dan Balai Serbaguna, membuat para pemuka adat, tokoh agama dan elemen masyarakat RW 01 Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih melaksanakan yasinan dan ritual adat.

Pelaksanaan ritual tersebut diyakini dengan maksud agar masyarakat Gunung Ibul terhindar dari mara bahaya dan bencana, selain itu untuk memberikan keselamatan para pekerja pembangunan fasilitas umum tersebut.

"Intinya masyarakat mengadakan semacam syukuran pembangunan dalam penempati lokasi di tanah adat Gunung Ibul, meminta agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan serta agar semua yang diharapkan masyarakat dapat terkabul," ungkap Pemuka Adat Mat Yusuf (56) didampingi Ketua RW 01 Kelurahan Gunung Ibul Prabumulih Timur, Zainal kepada wartawan, Senin (1/9).

Dalam prosesinya, pemuka adat memulai ritual dengan pembacaan doa di dalam lokasi salah satu gedung bangunan. Tampak dalam ritual tersebut, berbagai jenis bahan seperti Ayam, Kepala Kambing, Nasi Gemuk, Ketan Kuning, Sirih dan Kemenyan dilengkapi sebagai syarat ritual.

Selain menggelar ritual tersebut, warga dan pemuka adat kemudian melakukan yasinan secara bersama di lokasi pembangunan gedung.

Tags
Prabumulih
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved