Poltek Sekayu Nyaris Terbakar
Dijelaskannya, lahan bagian belakang kampus Poltek memang kerap kali terbakar, bahkan kejadian ini sudah untuk yang kedua kalinya.
TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU — Kampus Politehnik (Poltek) Sekayu nyaris saja terbakar, Senin (25/8/2014). Api yang tidak diketahui dari mana dengan cepat menjalar hampir membakar gedung Poltek, beruntung warga serta staf yang sedang melakukan rutinitas yang kaget melihat adanya asap yang mengepul dengan sigap keluar dan berusaha memadamkan api yang telah membakar lahan sawah milik warga.
Tidak berlangsung lama pemadam kebakaran yang menurunkan tiga unit mobil langsung menjinakan api. “Seperti biasa sekitar jam 08,00 proses belajar baru mulai berlangsung di Poltek, semua mahasiswa yang yang sedang belajar tiba-tiba teriak ada kepulan asap dari arah belakang kampus, saat dilihat api sudah besar yang membakar ilalang, beruntung pemadam kebaran yang cepat dating berhasil memadamkan api,”ujar Zaim Security Poltek,
Dijelaskannya, lahan bagian belakang kampus Poltek memang kerap kali terbakar, bahkan kejadian ini sudah untuk yang kedua kalinya. Lahan kosong seluas kurang lebih 2 hektar disertai dengan rumput mengering, memang sangat rawan terjadi kebakaran. “Kita beruntung karena cepat mengetahui adanya api, sehingga bisa bertindak cepat, jika tidak api bisa saja membakar gedung,” katanya.
Ditambahkan Zaim, diduga api tersebut berasal dari sampah yang dibakar warga atau akibat dari puntung rokok yang dibuang di ilalang, ke depan pihak Poltek akan lebih siaga mengingat kejadian tersebut telah berulang dua kali. “Mungkin dari punting rokok atau sisa pembakaran sampah warga, yang jelas kedepan kita harus hati-hati,” ucapnya.
Suci salah satu mahasiswa Poltek mengatakan, saat dirinya sedang belajar di kelas, tidak tahu mengapa lama kelamaan kepulan asap dari arah belakang bertambah banyak, karena itu dirinya reflek teriak ada kebakaran, selanjutnya semua mahasiswa langsung berhamburan keluar melihat asal api yang dating dari arah lahan kosong dibelakang kampus. “Saya waktu didalam kelas, begitu melihat asap langsung teriak, karena itu semua langsung berlarian keluar,”ungkapnya. (candra okta della)