Duku Komering Dijajah Duku Jambi
Mereka beranggapan duku yang dijual di pinggir Jalintengsum merupakan duku asli komering yang terkenal manis dan tanpa biji.
TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Sepanjang Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalintengsum) dan pasar di Kabupaten OKU Timur dipenuhi penjual buah duku yang berasal dari Provinsi Jambi. Para penjual duku tersebut sudah berjualan sejak beberapa hari terakhir. Ironisnya, para penjual duku itu berjualan di wilayah penghasil duku termanis di Sumsel yang sudah tidak berbuah sejak dua tahun terakhir.
Yang lebih parah lagi, para pengendara yang melintas kerap membeli duku dalam jumlah besar. Mereka beranggapan duku yang dijual di pinggir Jalintengsum merupakan duku asli komering yang terkenal manis dan tanpa biji.
Berdasarkan pengakuan sejumlah pedagang, duku yang mereka jual berasal dari provinsi Jambi yang mereka beli dari pengepul dalam jumlah besar. Duku tersebut dijual dengan harga Rp 15 Ribu per kilogram.
“Memang banyak pembeli yang datang menanyakan duku Komering atau bukan, bagi pembeli dari luar OKU Timur atau luar kota kita akui kalau duku Komering. Kalau dari OKU Timur mereka sudah tahu pasti bukan Duku Komering,” ujar Sofyan, salah seorang penjual duku Senin (25/8/2014).
Diakui Sofyan, dalam sehari dirinya mampu menjual duku hingga 50 kilogram. Apalagi pembeli dari luar kota yang kebanyakan membeli duku dalam jumlah besar untuk dibawa sebagai oleh-oleh ke tempat tujuan.
“Biasanya pembeli dari luar kota membeli yang masih utuh dalam karung berisi 10 atau 20 kilogram. Tapi kalau masyarakat lokal hanya membeli untuk dikonsumsi sendiri sekitar satu atau dua kilogram saja,” terangnya.
Sedangkan Herman penjual duku lainnya mengakui jika duku yang dijualnya berasal dari Jambi. Duku-duku tersebut diakuinya dikirim langsung dari Jambi dengan harga antara Rp 10 Ribu sampai Rp. 11 Ribu per kilogram.