Piala Dunia 2014

Ini Prediksi Argentina vs Belgia

CARLOS Bilardo dan Pep Guardiola menjadi inspirasi bagi pelatih tim nasional Argentina, Alejandro Sabella, dalam menerapkan gaya bermain anak asuhnya.

TRIBUNSUMSEL.COM, BRASILIA - CARLOS Bilardo dan Pep Guardiola menjadi inspirasi bagi pelatih tim nasional Argentina, Alejandro Sabella, dalam menerapkan gaya bermain anak asuhnya. Tak ingin terlalu menyontek, ia memberikan kreasi tersendiri untuk memberikan ruang bebas bergerak bagi Lionel Messi. Posisi tersebut membuat Sang Kapten menjadi ancaman serius bagi pertahanan Belgia, saat bentrok babak perempatfinal di Estádio Nacional Mané Garrincha, Brasília, Sabtu (5/7).

Sabella mengaku sama-sama pelatih bertipe pragmatis seperti Carlos Bilardo yang mengantarkan Argentina juara Piala Dunia 1986. Seperti Guardiola, Sabella juga menyukai gaya bermain yang mengutamakan sentuhan dan penguasaan bola. Namun pria 59 tahun itu menegaskan Bilardo dan Guardiola hanya sekadar inspirasi. Sabella menegaskan gaya bermain yang dia berikan untuk tim nasional Argentina adalah gayanya sendiri.

"Saya lebih mengutamakan keseimbangan. Sebagai seorang pelatih, saya sangat konservatif. Pada tim saya, kami butuh satu penyerang kami bermain lebih ke dalam. Bukan untuk sekadar mengisi ruang dan menerima bola, tapi untuk berada di tengah ketika kehilangan ball possesion," jelas mantan pelatih Estudiantes tersebut, dirilis El Pais, kemarin.

Dalam formasi 4-3-3, Sabella memberikan peran itu kepada Lionel Messi. Sang entrenador mengatakan, Messi merasa sangat nyaman bermain untuk Argentina karena memiliki kebebasan untuk bergerak. Menurut Sabella, ketika Messi selalu menyentuh bola, peluang timnya untuk meraih kemenangan lebih besar.

"Saya yakin sistem ini sangat meningkatkan dominasi Messi karena dia memiliki lebih banyak pilihan setelah menerima bola," tutur Sabella.

"Dia sangat berpengaruh bagi tim karena skil luar biasanya membuat dia di mana-mana. Kepemimpinan Messi berasal dari signifiknasi sebagai pemain yang kemudian menyebarkan pengaruhnya kepada pemain lain. Para pemain menganggap dia sebagai pemain penting dan mendukung dia," imbuh Sabella, yang berposisi sebagai gelandang ketika masih aktif bermain.

Bek sayap kanan Argentina, Pablo Zabaleta, mempertegas pernyataan Sabella. Pemain Manchester City itu mengatakan, semua pemain Albiceleste memandang Messi sebagai pemain utama, kapten, dan pemain terbaik di dunia. Menurutnya, seperti dilansir The Telegraph, semua pemain mendukung Messi, karena mereka tahu betapa pentingnya pemain terbaik dunia empat kali itu untuk tim Tango.

Setelah dinilai kurang memuaskan selama membela Barcelona pada musim lalu, Messi bak meledak di Brasil. Hingga babak 16 besar pemain berjulukan La Pulga itu telah mencetak empat gol. Sejauh ini baru Swiss yang membuat Messi tidak mampu mencetak gol, namun Messi memberikan asis kepada Angel Di Maria yang mencetak gol tunggal kemenangan Argentina. FIFA selalu menobatkan ayah satu anak itu sebagai pemian terbaik pada setiap pertandingan Argentina sejauh ini.

Lionel Messi bak dewa bagi Argentina. Catatan menunjukkan Albiceleste belum terkalahkan dalam 25 pertandingan ketika Messi bermain. Kubu Belgia menyadari betapa krusialnya Messi bagi Argentina. Gelandang serang Belgia, Eden Hazard, menyebut Messi sebagai pemain terbaik di dunia yang bisa membuat perbedaan. Hazard pun mengaku tidak tahu cara menghentikan pria 27 tahun itu. Menurut Hazard, rekaman video akan menjadi sarana bagi Belgia untuk mengetahui caranya. Pemain Chelsea tersebut yakin jika timnya mampu menghentikan Messi, Belgia memiliki peluang lebih besar untuk menang.

"Mereka juga memiliki Angel Di Maria, namun Messi berbeda. Saya belum pernah bermain melawan dia dan saya akan memikirkan cara menghadapi dia. Namun sekali saya berada di atas lapangan, saya tidak peduli siapa yang saya hadapi. Saya melakukan apa yang menjadi tugas saya, tapi saya akan melakukan yang terbaik," tutur Hazard, dilansir The Guardian.

Khusus Di Maria, Sabella juga menempatkan winger Real Madrid tersebut sebagai satu pemain penting timnya. Sabella mengatakan Di Maria memiliki kesepahaman yang bagus dengan Messi. Fungsi Di Maria merusak pertahanan lawan dari lini kedua. Ketika perhatian lawan terfokus pada dirinya, Di Maria akan memberikan umpan kepada Messi.

"Memberikan ruang kepada Messi sama saja dengan mencari masalah. Kami akan bermain kolektif, membendung serangan, kemudian berbalik menyerang," ungkap pelatih Belgia, Marc Wilmots.

Gelandang Belgia, Marouane Fellaini, mengatakan gaya bermain tim kemungkinan akan serupa dengan ketika melawan Amerika Serikat pada babak 16 besar. Menurutnya, Rode Duivels harus lebih banyak menciptakan peluang demi meningkatkan probabilitas kemenangan. Fellaini pun yakin timnya mampu melakukan itu karena memiliki kualitas. "Jika mereka (Argentina, red) memutuskan bermain menyerang seperti biasa, kami memiliki peluang bagus untuk melawan mereka," ujar kapten Vincent Kompany.

Marc Wilmots memiliki modal bagus untuk mengantarkan Belgia ke babak semifinal, pencapaian terbaik setelah Piala Dunia 1986. Di bawah mistar gawang Wilmots memiliki pemain sekelas Thibaut Courtois. Penjaga gawang 22 tahun itu bagaikan kutukan bagi Messi. Pada dua musim terakhir di level klub, Messi tidak pernah menjebol gawang pemain berstatus pinjaman di Atletico Madrid tersebut.

Courtois layak menjadi andalan bagi Belgia untuk mencegah Messi mencetak gol. Courtois mengaku tahu bagaimana cara menghadapi Messi. Pemain yang statusnya dimiliki oleh Chelsea itu pun mengatakan tidak perlu menonton rekaman video permainan La Pulga.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved