Menilik Keamanan Ekonomi dan Bisnis di Tahun Politik

Namun untuk mewujudkan hal ini diperlukan keterlibatan semua pihak, seperti pemda hingga perangkat desa dan masyarakat.

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG - Bagaimana kondisi ekonomi dan bisnis Sumsel ditengah gonjang-ganjing politik jelang pesta demokrasi tahun ini. Semua ini akan dikupas tuntas dalam coffee morning dan dialog Kadin bersama Kapolda Sumsel di Hotel Aryaduta Palembang, Kamis (27/3).

Hadir dalam acara ini Kapolda Sumsel Irjen Pol Saud Usman Nasution dan Kepala Kadin Sumsel Ahmad Rizal dan pembicaraan dipandu oleh kepala  Newsroom Tribun Sumsel  dan Sriwjjaya Post,  Hadi Prayogo.

Dalam dialog ini  Kapolda Sumsel Irjen Pol Saud Usman Nasution menyadari pengusaha membutuhkan kepastian hukum dan keamanan dalam menjalankan usahanya.

Dalam hal ini memang tugas polisi untuk menjamin keamanan,  namun untuk mewujudkan hal ini diperlukan  keterlibatan semua pihak, seperti pemda hingga perangkat desa dan masyarakat.

Saat ini,  lanjutnya, petugas kepolisian di Indonesia terbilang sangat kurang.  Satu petugas kepolisian mengkover 700 orang padahal idealnya, satu polisi memkover 300 orang.  Oleh sebab itu, kedepan kepolisian akan mencanangkan "Satu Polisi Satu  Desa".

"Sekarang dibutuhkan kepedulian dari perangkat desa mulai dari RT,  RW dan lurah untuk memantau lingkungannya,"ujarnya.

Bicara mengenai pemilu, jumlah TPS mencapai 17 ribu. Sedangkan jumlah personil di Sumsel hanya 13 ribu. Oleh sebab dibutuhkan keterlibatan limnas dalam proses penjagaan TPS.

Dengan demikian pelaku bisnis diharapkan dapat memaklumi keterbatasan polisi ini. Dan bekerjasama dalam menjaga keamanan dengan memperhatikan kondisi di sekitarnya.

"Kami tetap berupaya untuk tetap membackup keamanan  pengusaha agar  bisa menjalankan pekerjaan dengan baik,"bebernya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved