Indeks Tribun Sumsel

Takut Dibongkar Paksa, Puluhan Pedagang Prabujaya Robohkan Warung Sendiri

Apa yang dilakukan puluhan pedagang di kawasan Lapangan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih ini sepertinya

Penulis: Edison | Editor: Kharisma Tri Saputra

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Edison 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Apa yang dilakukan puluhan pedagang di kawasan Lapangan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih ini sepertinya patut diacungi jempol atau ditiru.

Dengan alasan tak ingin dilakukan pembongkaran paksa oleh Petugas Polisi Pamong Praja (Pol PP), sebanyak 33 orang pedagang membongkar sendiri warung dagangan, Rabu (5/3).

Para pedagang membongkar warung milik mereka, menyusul adanya surat edaran dari Pemerintah kota Prabumulih melalui Pihak Kecamatan Prabumulih Timur terkait himbauan untuk pembongkaran warung karena lokasi Lapangan Prabujaya akan segera dibangun taman kota.

Selanjutnya para pedagang hanya diperbolehkan menggelar barang dagangannya di pinggir pagar seng atau tepatnya di sebelah rel kereta api, dimana lapangan prabujaya selama dikerjakan nantinya akan dibatasi pagar seng.

Nantinya, setelah lokasi lapangan Prabujaya selesai dibangun lengkap dengan bangunan-bangunan khusus warung, puluhan pedagang akan kembali diprioritaskan masuk ke lokasi taman kota.

“Kita bongkar untuk menuruti surat edaran dari pemerintah, kita tidak ingin ada masalah dan tidak ingin warung kita dibongkar paksa oleh petugas Pol PP,” ujar Mimi (49), satu diantara pedagang ketika dibincagi Tribunsumsel.com.

Menurut Mimi, selain tidak ingin bermasalah dengan petugas Pol PP, pembongkaran warung di lokasi Lapangan dilakukan untuk mendukung pemerintah dalam membangun taman kota yang nantinya akan menjadi pusat hiburan, tempat santai serta tempat bermain warga Prabumulih tersebut.

“Hanya saja kita tetap minta diprioritaskan untuk kembali masuk ke warung yang dibangun, jika nantinya sudah selesai, jangan setelah dibangun kita justru disingkirkan,” harapnya.

Hal yang sama disampaikan koordinator para pedagang kawasan Lapangan Prabujaya, Khairul Alimin alias Pakde. Menurut Pakde, sejak menerima surat himbauan agar melakukan pembongkaran warung pada 3 Maret lalu, pihaknya telah mulai mengangkut barang-barang dagangan ke rumah masing-masing.

“Lalu setelah kosong, karena katanya hari ini (kemarin-red) seluruh material untuk pembangunan kawasan taman kota sudah mulai masuk, sehingga kita langsung membongkar warung,” ujarnya.

Pakde mengungkapkan, pihaknya berharap setelah dilakukan pembangunan nantinya, sebanyak 33 pedagang yang terdata untuk diprioritaskan menempati warung-warung yang akan dibangun.

“Kita mendukung program pemerintah dan tidak ingin terjadi masalah, sebaliknya kita berharap pemerintah kota Prabumulih memerhatikan nasib kami. Kami rela selama setahun pengerjaan proyek tidak mendapat penghasilan dari berjualan, namun tolong setelah bangunan selesai nanti kami-kami dipastikan masuk ke bangunan warung kawasan Taman kota,” ungkapnya.

Terpisah Pemerintah kota Prabumulih melalui Kabag Humas dan Protokol Pemkot, Drs Mulyadi Musa MM yang dikonfirmasi terkait surat himbauan membenarkan jika pemerintah melalui Kecamatan telah menyampaikan surat kepada pedagang untuk membongkar bangunan.

“Karena pelaksanaan pembangunan taman di Lapangan Prabujaya sudah harus dimulai, sehingga lokasi diminta dikosongkan karena dikhawatirkan mengganggu pengerjaan proyek,” ungkapnya singkat.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved