Banjir Tak Pengaruhi Produksi Komoditi Pangan

Ada dua daerah yang paling terdampak akibat fuso ini antara lain OKU Timur yang sebesar 1500 dan kabupaten OKI yang seluas 1300 hektar.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Permasalahan banjir di Sumsel yang terjadi akhir-akhir ini ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi Gabah Kering Giling (GKG) di Sumsel. Tingkat kerusahakan lahan (fuso) akibat banjir hanya sekitar 0,3 persen dari total lahan pertanian yang sebesar 814 ribu hektar masih bisa ditolerir oleh dinas pertanian.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan TPH Sumsel, Ir Taufik Gunawan MT, saat diwawancarai, Rabu (29/1/2013) mengatakan, bencana banjir yang melanda sejumlah daerah memang merusak lahan pertanian. 

Diterangkan, ada dua daerah yang paling terdampak akibat fuso ini antara lain  OKU Timur yang sebesar 1500 dan kabupaten OKI yang seluas  1300 hektar.

"Kedua wilayah ini, yang paling parah terkena fuso. Namun, keduanya telah ditanggulangi dengan bantuan pemerintah masing-masing. Seperti Bupati OKI yang sudah memberikan batuan kepada petani yang lahannya terkena fuso. Harapannya, semua pemerintah kabupaten melakukan hal yang demikian,"bebernya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved