Pengurus PAUD Takut Menolak
Pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terpaksa memanipulasi laporan pertanggungjawaban Dana Bantuan Operasional Penyelenggara PAUD.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terpaksa memanipulasi laporan pertanggungjawaban Dana Bantuan Operasional Penyelenggara PAUD senilai Rp 7,2 juta. Dari dana itu pengelola PAUD hanya menerima kisaran Rp 4 juta. Selebihnya untuk membeli paket buku pelajaran terbitan tertentu dan menyuap oknum pegawai.
Terdapat sejumlah 349 PAUD di Palembang. Sekitar 160 PAUD menerima dana BOP senilai Rp 7,2 juta. Uang ditransfer melalui rekening bank sejak 16 November 2013. Dana BOP ini sudah bergulir sejak tiga tahun lalu.
"PAUD sungguh tak berdaya. Pengelola takut menolak, bisa-bisa nanti tidak dapat lagi bantuan tahun depan. Ini namanya mancing uang Rp 3 juta, lalu dapat Rp 7 juta," kata seorang pengelola PAUD kepada Tribun Sumsel.
Tribun berbincang dengan pengelola PAUD itu di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang di Jl Dr Wahidin. Sepekan ini kantor itu ramai oleh pengurus PAUD yang diminta datang untuk menandatangani formulir dan menyerahkan uang 'terima kasih' karena telah mendapat bantuan.
"Pimpinan dan anak buah itu berbeda. Lebih baik kita kasih Rp 100 ribu saja. Pasti bapak itu tidak marah," ucap seorang pengurus PAUD kepada rekannya sambil memasukkan dua lembar uang Rp 100 ribu ke dalam amplop.
Keduanya lalu berpisah di depan Kantor Disdikpora Palembang. Tribun Sumsel kemudian mengikuti seorang pengelola PAUD yang masuk ke angkutan kota (angkot). Dia banyak cerita.
Bagaimana modus pemotongan dana BOP PAUD? Ketua Himpaudi Palembang mengaku banyak menerima laporan. Lantas apa tindakan Kepala Disdikpora Kota Palembang? Selengkapnya baca Tribun Sumsel edisi, Sabtu 30 November 2013.