Akan Kami Hadang Truk Batubara Bila Tetap Melintas

Kerugian yang didapat masyarakat Kabupaten Muaraenim sudah banyak, mulai dari kemacetan, jalan rusak, berdebu dan lainnya.

Tayang:
zoom-inlihat foto Akan Kami Hadang Truk Batubara Bila Tetap Melintas
TRIBUNSUMSEL.COM/KHARISMA
Sejumlah Truk Batubara saat melintasi jalan umum di Muaraenim
TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM - Sejumlah Lembaga Swdaya Masyarakat (LSM) dan masyarakat Kabupaten Muaraenim meminta dengan tegas kepada Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, untuk tidak menghiraukan aksi demonstrasi kelompok massa dari forum masyarakat pekerja tambang, angkutan dan dermaga batubara Sumatera Selatan (Sumsel) yang mengerahkan 1000 truk angkutan batubara di Kantor Gubernur Sumsel sejak Selasa dini hari (15/1/2013).

Ketua LSM Lingkungan Sekundang, Bodong, mengatakan bahwa dirinya sangat setuju bila keputusan Gubernur tentang larangan truk batubara melintas tetap diberlakukan.

"Saya setuju dengan keputusan tersebut, Gubernur jangan tarik ulur terus dengan mereka. Stop sekalian saja, ini sudah keempat kali keputusan Gubernur, masyarakat Muaraenim sudah bosan," ujar Bodong.

Bodong menambahkan, bahwa kerugian yang didapat masyarakat Kabupaten Muaraenim sudah banyak, mulai dari kemacetan, jalan rusak, berdebu dan lainnya. Oleh karena itu ia meminta kepada Gubernur Sumsel,untuk tidak mengizinkan lagi pengangkutan batubara baik itu yang melintasi Muaraenim menuju Palembang maupun yang menuju ke Lampung. Ia juga memberikan solusi dengan memanfaatkan rel kereta api seperti mengangkut batubara dengan kereta api atau dengan menambah gerbong kereta api yang mengangkut batubara.

"Kami akan menghadang truk batubara jika masih ada yang melintas, oleh karena itu kami minta komitmen Gubernur dalam masalah ini," tegasnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh Tokoh Pemuda Kecamatan Ujan Mas yang juga menjabat Wakil Ketua LSM Belimbing Bersatu, Andi SE, yang mengatakan bahwa  masyarakat Kecamatan Ujan Mas juga siap melakukan penghadangan mobil batu bara bila di lapangan truk-truk pengangkut batubara masih saja melintas.

"Kami juga akan melakukan penghadangan terhadap truk batubara, jika mereka masih melintas. Gubernur harus konsisten dengan pernyataan yang telah ia buat," ungkap Andi.

Sementara itu seorang warga Muaraenim Yudi juga setuju bila Gubernur Sumsel tetap tidak terpengaruh terhadap demo yang dilakukan tersebut dan tetap pada keputusan yang telah dibuat.

"Banyak kerugian yang kami dapatkan dari truk batubara yang melintas di jalan umum, seperti kemacetan, jalan rusak dan berdebu dan banyak lagi. Gubernur seharusnya lebih mementingkan ratusan ribu masyarakat Kabupaten Muaraenim daripada segelintir pengunjuk rasa," tukas Yudi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved