Akan Kami Hadang Truk Batubara Bila Tetap Melintas
Kerugian yang didapat masyarakat Kabupaten Muaraenim sudah banyak, mulai dari kemacetan, jalan rusak, berdebu dan lainnya.
Penulis: Kharisma Tri Saputra |
Ketua LSM Lingkungan
Sekundang, Bodong, mengatakan bahwa dirinya sangat setuju bila keputusan
Gubernur tentang larangan truk batubara melintas tetap diberlakukan.
"Saya setuju dengan keputusan tersebut, Gubernur jangan tarik ulur terus
dengan mereka. Stop sekalian saja, ini sudah keempat kali
keputusan Gubernur, masyarakat Muaraenim sudah bosan," ujar Bodong.
Bodong menambahkan, bahwa kerugian yang didapat
masyarakat Kabupaten Muaraenim sudah banyak, mulai dari kemacetan, jalan
rusak, berdebu dan lainnya. Oleh karena itu ia meminta kepada Gubernur
Sumsel,untuk tidak mengizinkan lagi pengangkutan batubara baik itu
yang melintasi Muaraenim menuju Palembang maupun yang menuju ke Lampung.
Ia juga memberikan solusi dengan memanfaatkan rel kereta
api seperti mengangkut batubara dengan kereta api atau dengan menambah
gerbong kereta api yang mengangkut batubara.
"Kami akan menghadang truk batubara jika masih ada yang melintas, oleh
karena itu kami minta komitmen Gubernur dalam masalah ini," tegasnya.
Hal serupa juga dikatakan oleh Tokoh Pemuda Kecamatan Ujan Mas yang juga
menjabat Wakil Ketua LSM Belimbing Bersatu, Andi SE, yang mengatakan bahwa
masyarakat Kecamatan Ujan Mas juga siap melakukan penghadangan mobil batu
bara bila di lapangan truk-truk pengangkut batubara masih saja melintas.
"Kami juga akan melakukan penghadangan terhadap truk batubara, jika
mereka masih melintas. Gubernur harus konsisten dengan pernyataan yang
telah ia buat," ungkap Andi.
Sementara itu seorang warga Muaraenim Yudi juga setuju bila Gubernur Sumsel
tetap tidak terpengaruh terhadap demo yang dilakukan tersebut dan tetap pada keputusan yang telah dibuat.
"Banyak kerugian yang kami dapatkan dari truk batubara yang melintas di
jalan umum, seperti kemacetan, jalan rusak dan berdebu dan banyak lagi.
Gubernur seharusnya lebih mementingkan ratusan ribu masyarakat Kabupaten
Muaraenim daripada segelintir
pengunjuk rasa," tukas Yudi.