Ibadah Haji
Kabut Asap Ganggu Keberangkatan
Kabut asap di Sumatera Selatan menyebabkan keterlambatan penerbangan jamaah calon haji menuju Arab Saudi.
PALEMBANG, TRIBUN----Kabut asap di Sumatera Selatan menyebabkan
keterlambatan penerbangan jamaah calon haji menuju Arab Saudi. Station
and Service Manager Garuda Indonesia BO Sultan Mahamud Badaruddin II
Palembang Hasymi Husin di Palembang, Sabtu (6/10), mengatakan, kabut
asap tebal yang telah melanda Provinsi Sumatera Selatan dalam satu bulan
terakhir ini menyebabkan keterlambatan penerbangan jamaah calon haji
menuju Tanah Suci, Mekkah.
Menurut dia, kabut tersebut menjadi penghalang semua penerbangan,
termasuk penerbangan bagi jamaah yang akan berangkat menunaikan rukun
Islam kelima. Bahkan, ujar dia, ada beberapa kelompok terbang yang
terpaksa pemberangakatannnya tertunda. Namun, pihak Garuda memberikan
bantuan berupa makanan dalam kotak dan makanan ringan lainnya selama
terjadi penundaan penerbangan.
Kelompok terbang 13 melalui Embarkasi Palembang, Sabtu (6/10), secara
resmi dilepas Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Yusri Effendi.
Jamaah calon haji berjumlah 355 orang itu berasal dari KBIH Nur Idayu
dan IGM. Yusri mengimbau kepada jamaah agar menjaga kesehatan saat
berada di Tanah Suci, karena suhu udara di Kota Mekkah rata-rata
mencapai 40 derajat Celsius.
Pada 2012, katanya, jamaah calon haji berasal dari Sumsel yang akan
diberangkatkan sebanyak 6.260 orang. Jamaah calon haji tersebut dibagi
18 kelompok terbang yang setiap kelompok dibimbing ketua dan tiga
petugas kesehatan yang terdiri atas seorang dokter dan dua perawat.
Jamaah Meninggal
Sementara itu dari Makkah dilaporkan, jumlah calon haji asal Indonesia
yang meninggal hingga Jumat (5/10) telah mencapai 10 orang. Terakhir
pada Kamis (4/10/2012) pukul 21.30 waktu Arab Saudi atau Jumat pukul
01.30 WIB, anggota jemaah yang meninggal adalah Sumirat Prayitno bin
Karyono (53).
Sumirat yang tergabung dalam Kloter 17 embarkasi Jakarta meninggal
dalam perjalanan dari Jeddah menuju Madinah. Menurut catatan medis
kantor Misi Haji Indonesia di Mekkah, Sumirat terkena serangan jantung.
Di Mekkah saat ini 25 anggota jemaah haji menjalani rawat inap di Balai
Pengobatan Haji Indonesia (BPHI). Tiga orang lainnya masih dirawat di
rumah sakit Arab Saudi karena serangan stroke dan gagal ginjal yang
mengharuskan pasien cuci darah. Seorang pasien lainnya menderita sakit
paru-paru.
Sampai dengan Kamis pukul 18.00 waktu Arab Saudi, telah tiba 30.508
calon haji asal Indonesia di Mekkah. Setiap hari jemaah terus
berdatangan dari Madinah.
Mulai 6 Oktober 2012, rute perjalanan jemaah haji Indonesia tidak lagi
melalui Madinah sebelum ke Mekkah, tetapi langsung dari Jakarta ke
Mekkah, setelah tiba di Bandara King Abdul Azis Jeddah (sekitar 70
kilometer dari Mekkah). Kedatangan jemaah haji dari seluruh dunia telah
mulai tampak di Mekkah, yang diindikasikan dengan penuhnya jemaah shalat
Magrib dan Isya di Masjidil Haram.
Indonesia tahun ini mendapat kuota 211.000 calon haji, masing-masing
194.000 orang untuk haji reguler dan 17.000 kuota haji khusus yang dulu
lazim disebut sebagai haji ONH (ongkos naik haji) plus. (ant/kc)