Dijadwalkan Tes DNA, Keluarga Karoman Korban Mutilasi Belum Juga Datang ke RS Bhayangkara Palembang

Tim forensik rumah sakit Bhayangkara Palembang masih menunggu kehadiran keluarga Karoman yang diduga menjadi korban mutilasi di Ogan Ilir Sumatera Sel

Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Prawira Maulana
AGUNG DWIPAYANA/TRIBUNSUMSEL.COM
Mardiah menunjukkan foto Karoman semasa hidup. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tim forensik rumah sakit Bhayangkara Palembang masih menunggu kehadiran keluarga Karoman yang diduga menjadi korban mutilasi di Ogan Ilir Sumatera Selatan.

Sebab, seharusnya hari ini pihak keluarga Karoman menjalani tes DNA untuk dicocokkan dengan jenazah, Senin (10/6/2019).

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada satupun pihak keluarga yang mendatangi rumah sakit Bhayangkara hari ini.

Hari-hari Terakhir Korban Mutilasi: Uang Makan Dihemat Demi Beli Ponsel Anak

Jadi kita masih menunggu kehadiran pihak keluarga untuk memastikan identitas korban. Sebab kita tidak berdasarkan pengakuan namun berdasarkan pemeriksaan DVI.
Apakah cocok atau tidak sehingga bisa kita keluarkan surat kematian," kata dokter forensik rumah sakit Bhayangkara, Kompol dr Mansuri Spkf.

Lanjutnya, tim forensik rumah sakit Bhayangkara juga sedikit mengalami kesulitan untuk mendapatkan informasi identitas jenazah yang dimutilasi tersebut.

UPDATE Kasus Mutilasi di Ogan Ilir, Polisi Periksa 10 Saksi dan Cari Potongan Tubuh di Dasar Sungai

Cerita Warga Pinang Mas Minta Bantuan Paranormal Cari Mayat Karoman Korban Mutilasi

Sebab sidik jari dan gigi yang biasanya digunakan sebagai petunjuk identitas mayat tidak ada di tubuh jenazah.

Dikarenakan kepala tangan jenazah yang dimutilasi belum ditemukan hingga kini.

"Karena untuk sidik jari tidak ada, dari gigi pun tidak ada. Sedangkan dari pakaian, minimal sekali dari celana. Jadi kita mau minta keterangan dulu dari pihak keluarga,"ujarnya.

Untuk itu dr Mansuri menghimbau agar keluarga Karoman segera mendatangi rumah sakit Bhayangkara untuk kemudian diuji kecocokkan datanya dengan jenazah.

"Kalau bisa secepatnya datang kesini agar cepat kita lakukan tindakan dan jenazah tersebut bisa secepatnya dikenali," katanya.

Sebelumnya, keluarga mengaku sedang mengumpulkan biaya.

Keluarga Karoman, korban pembunuhan dan mutilasi kini tengah menunggu waktu penjemputan jenazah keluarga mereka dari Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Rencananya, keluarga akan menjemput jenazah pada Senin (10/6/2019).

Namun pihak keluarga saat ini tengah mengupayakan biaya pemulangan jenazah Karoman yang telah diautopsi tersebut.

"Kalau soal dana, kami kendalanya di situ. Kami mau patungan, mungkin saudara-saudara suami saya. Saudara saya juga coba kumpulkan uang untuk jemput jenazah suami saya," kata Mardiah, istri Karoman saat dibincangi TribunSumsel.com di kediamannya di Desa Pinang Mas, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sabtu (8/6/2019).

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved