Kabupaten Muara Enim Terpilih Jadi Role Model Implementasikan Program Smart City Indonesia

Kabupaten Muara Enim Terpilih Jadi Role Model Implementasikan Program Smart City Indonesia

Tribunsumsel.com
Bupati Muara Enim Ir. H. Ahmad Yani, MM dan Wakil Bupati H. Juarsah, SH 

TRIBUNSUMSEL.COM - Pemkab Muara Enim menghadiri Acara Penandatanganan MOU Gerakan Menuju 100 Smart City Tahap 3 Tahun 2019, Rabu (15/5) di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk, Jakarta.

Bupati Muara Enim Ir H Ahmad Yani MM yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Muara Enim Drs M Teguh Jaya MM

Didampingi Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Muara Enim Ardian Arifanardi, AP MSi, dan Kabid Rensra Bappeda Kabupaten Muara Enim Akbar Syaefudin MSi MSc.

Dalam rangka terwujudnya Kota cerdas di Indonesia, Kementerian Kominfo bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri

Kementerian PUPR, Kementerian PPN/ Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian PanRB dan Kompas Gramedia

menyelenggarakan Program Gerakan menuju 100 Smart City.

Gerakan ini dilaksanakan secara bertahap dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 telah didapatkan 100 (seratus) Kabupaten/ Kota yang diharapkan dapat dijadikan Role Model dalam mengimplementasikan Program Smart City.

Kabupaten Muara Enim sendiri terpilih menjadi salah satu diantaranya pada tahun 2018 bersama tiga Kabupaten/ Kota lainnya di Provinsi Sumatera Selatan yaitu Kabupaten Banyuasin, Kabupaten MUBA dan Kota Palembang.

Pada acara pembukan Gerakan menuju 100 Smart City 2019 turut hadir Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang dalam sambutannya ia menyampaikan,

saya menghimbau para Kepala Darah beserta jajaranya untuk mewujudkan Smart City, ia menjelaskan bahwa setiap Kepala Daerah harus berani mengambil Inovasi sekecil apapun demi kepentingan masyarakat Daerah.

Menurutnya, banyak kendala terkait pengembangan Smart City, salah satunya adalah gengsi Kepala Daerah untuk meneladani Daerah lain yang sudah berprestasi.

Saya kira Ketua Apeksi (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) bisa menjawab, khususnya dari Kota ada satu kesaman Visi

Ada komitmen untuk bergerak bersama, mengorganisir lingkungan masyarakat dan Daerah yang ada sehingga ada pencapaian yang harus dibangun sekecil apapun ditumbuhkembangkan ditiap Kota dan Kabupaten yang ada

Sejalan dengan itu, Menteri Kominfo yang diwakili Dirjen Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan menekankan bahwa Smart City bukan sekedar belanja teknologi melainkan meningkatkan pelayanan publik dengan cara inovatif.

Berharap agar ada penekanan khusus dalam hal pendidikan dan pelatihan dalam rangka mengembangkan SDM di Daerah

Sementara itu, Rikard Bagun (Vice CEO Kompas Gramedia Group) mengatakan, program Gerakan menuju Smart City sangat penting di Indonesia karena membentuk peradaban yang cerdas.

"Smart City akan memunculkan nilai gotong royong dan nilai Indonesia di masyarakat," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved