Pemilu 2019

Kericuhan Rekapitulasi di KPU Empat Lawang, Saksi Nasdem Beberkan Suara 3 Parpol Ini Berubah

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Video kericuhan saat rekapitulasi di KPU Empat Lawang masih tersebar sampai hari ini, Kamis (9/5/2019)

Istimewa/ Tangkapan Layar Video
Kericuhan saat rekapitulasi di tingkatan KPU Empat Lawang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Video kericuhan saat rekapitulasi di KPU Empat Lawang masih tersebar sampai hari ini, Kamis (9/5/2019).

Video kericuhan tersebar di facebook, instagram, dan whatsapp.

Dalam video, terdengar sejumlah orang berteriak lantaran massa pendukung tidak puas dengan hasil pleno.

Mereka juga disebut menuntut adanya penghitungan suara ulang.

Terlihat juga beberapa massa berkumpul dan berteriak. Bahkan, ada massa yang melemparkan kursi ke arah kotak suara.

"Kericuhan yang terjadi di Empatlawang itu salah satu penyebabnya adalah penggelembungan suara, dimana prosesnya sangat buruk sekali dikarenakan DA1-nya sangat banyak sekali diubah menggunakan tipe-X, ini merugikan kami," ujar saksi Partai Nasdem, Suprianto kepada Sripoku.com, Kamis (9/5/2019).

Menurut Suprianto, hal itu terjadi di Lintang Kanan, Empatlawang.

Daerah itu berjumlah 116 TPS, penggelembungan suara diduga mengalihkan suara yang tak terpakai.

Suprianto membeberkan jumlah perolehan suara partai yang diduga mengalami penggelembungan yaitu pada PKPI yang sebelumnya perolehan suaranya 0 menjadi 800 suara.

Kemudian Partai Hanura yang sebelumnya 502 menjadi 1051 suara.

Selanjutnya PAN dari 4700 menjadi 6908, sedangkan dari Partai Nasdem tidak berubah suaranya.

Suprianto berharap pada rapat pleno yang dipindahkan ke KPU Sumsel ini bisa mendapatkan keadilan kalau perlu minta penghitungan ulang, karena baginya partainya sangat dirugikan dalam hal ini.

Seorang Komisioner KPU Empat Lawang membenarkan informasi bahwa video itu merupakan kericuhan yang terjadi saat rekapitulasi penghitungan suara yang terjadi pada Selasa (7/5/2019).

Namun, komisioner itu enggan memberikan penjelasan karena saat ini proses rekapitulasi suara diambil alih KPU Sumatera Selatan.

Menanggapi beredarnya video tersebut, Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Sumsel, Hepriadi, menyampaikan bahwa kericuhan rapat pleno di KPU Kabupaten Empat Lawang terjadi lantaran banyaknya coretan Tipp-Ex di form DA 1.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved