Sulaiman Amin Minta Pedagang Pasar di Kota Palembang Jangan Menyerah

Pesatnya persaingan pasar modern yang banyak tumbuh di kota Palembang saat ini tak bisa dipungkiri secara perlahan

Sulaiman Amin Minta Pedagang Pasar di Kota Palembang Jangan Menyerah
SRI HIDAYATUN/TRIBUNSUMSEL.COM
Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Pemkot Palembang, Sulaiman Amin saat mengalungkan tanda peserta didalam acara seminar pemberdayaan pedagang pasar tradisional tahun 2019, di Grand Atyasa Palembang, Kamis (11/4/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pesatnya persaingan pasar modern yang banyak tumbuh di kota Palembang saat ini tak bisa dipungkiri secara perlahan menggerus keberadaan pasar tradisional.

Karena itu, agar pasar tradisional ini dapat terus bertahan dalam persaingan di era globalisasi ini perlu dilakukan penataan dan pembinaan.

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Palembang, Sulaiman Amin mengatakan pihaknya saat ini kota Palembang sebagai kota metropolis sudah banyak tumbuh pasar modern sehingga pasar tradisional tergerus.

Hal ini seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang naik diatas 6 persen. "Kita lihat kondisi pasar tradisional ini memang cukup memprihatinkan, banyak lapak yang ditinggalkan pedagangnya karena sepi. Saya minta para pedagang ini jangan menyerah karena inilah tantangannya," ujarnya, Kamis (11/4/2019) disela acara seminar pemberdayaan pedagang pasar tradisional 2019.

Lanjut dia, adanya seminar ini dapat menambah wawasan para pedagang dan mengubah mainset.

"Kenapa kita kalah dengan pasar modern? Karena pasar modern jni ada program menarik yang ditawarkan, bersih, nyaman. Nah inilah tantangan untuk PD Pasar, Kepala Pasar mengubah mainset pedagang untuk berinovasi," jelas dia.

Contoh, lanjut dia seperri kebersihan, pelayanan dan daya tarik yang lain.

"Nah salah satu upaya yakni program revitalisasi pasar yang dibantu dari pemerintah pusat dengan tujuan membuat pasar tradisional ini lebih nyaman lagi," ungkap dia.

Sementara itu, Rinto Siswadi, Kabid Usaha dan Ketertiban PD Pasar mengakui sekitar 40 persen dari 19 pasar yang dikelola PD Pasar dan 21 yang dikelola swasta dalam kondisi yang rusak atau cukup memprihatinkan.

"Sekitar 40 persen lagi pasar tradisional yang perlu diperbaiki. Namun saat ini juga sudah banyak pasar yang telah direvitalisasi seperti pasar KM 5 dan pasar sekip ujung yang akan direvitalisasi tahun ini," ujarnya.

Katanya, dengan revitalisasi ini juga sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan persaingan pasar tradisional dengan pasar modern saat ini.

"Kita akui memang banyaknya pasar modern, belanja online juga mempengaruhi pasar tradisional kita. Dan banyak juga pedagang yang mengeluhkan," kata dia.

Untuk itu, pihaknya berupaya untuk menjawab tantangan ini untuk bisa bersaingan di era modern ini." Salah satunya mengubah mainset pedagang yang menjadi tantangan besar bagi kita," pungkasnya.

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved