Berita Lubuklinggau

Lubuklinggau Dapat Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di 2 Tempat

Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) masih menjadi andalan Dinas Ketahanan Pangan Kota Lubuklinggau untuk pemenuhan gizi

Lubuklinggau Dapat Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di 2 Tempat
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lubuklinggau Dedi Yansah 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL. COM, LUBUKLINGGAU-Saat ini Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) masih menjadi andalan Dinas Ketahanan Pangan Kota Lubuklinggau untuk pemenuhan gizi dan pengentasan kemiskinan.

Program pemanfaatan lahan pekarangan untuk berbagai kebutuhan pangan dinilai cukup efektif, untuk memenuhi kebutuhan gizi dan pendapatan masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Lubuklinggau, Dedi Yansyah mengatakan, sejauh ini program KRPL yang digulirkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) tersebut bisa menambah penghasilan keluarga.

"Pangan dari lahan pekarangan, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tapi juga bisa dijual, sehingga ada tambahan uang jajan bagi anggota keluarga," ungkapnya pada wartawan, Rabu (3/4/2019).

Video : Perampokan Sadis Terekam CCTV, Pelaku Rampas Tas Berisi Emas Sambil Membacok Korban

Ikut UTBK di Unsri Bisa Daftar ke PTN Manapun, 31 Ribu Cama Daftar UTBK Universitas Sriwijaya

Hanya saja, tahun ini Lubuklinggau hanya mendapatkan dua Program KRPL.

Jumlah itu mengalami penurunan, yang sebelumnya tahun 2018 Lubuklinggau mendapat tiga program.

"Penurunan ini, karena pemerintah pusat menganggap Lubuklinggau sedikit lebih maju. Sedangkan program KRPL lebih ditunjukan kepada daerah-daerah yang masih miskin," terangnya.

Dedi menyebutkan, tiga program KRPL tahun lalu di Kelurahan Karya Bakti, Perumnas Lubuk Tanjung dan Kelurahan Pelita Jaya.

Sedangkan untuk tahun ini pihaknya belum mengetahuinya.

"Lokasinya kita masih verifikasi dengan kementrian. Tapi rencananya di Kelurahan Talang Rejo dan Megang," paparnya.

Termasuk jumlah anggarannya pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlahnya. karena masih menunggu verifikasi dari pihak kementerian.

"Bila berkaca tahun lalu besar anggarannya satu kelompok bisa 50 juta, penyalurannya langsung kepada kelompok yang anggotanya 30 -50 orang," ungkapnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved