Penipuan Arisan Online Palembang

BREAKING NEWS: Korban Arisan Online Palembang Geruduk Rumah Siti Nurliza, Ada yang Mau Dobrak Pintu

Korban-korban arisan online Liza Shop Palembang mendatangi rumah sang owner Siti Nurliza di Jalan Ariodillah IV Trikora RT 001 Palembang

Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Prawira Maulana
Tribunsumsel.com/ Shinta Dwi Anggraini
Rumah Bandar Arisan yang Bawa Kabur Uang Anggota 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Korban-korban arisan online Liza Shop Palembang mendatangi rumah sang owner Siti Nurliza di Jalan Ariodillah IV Trikora RT 001 Palembang, Senin (25/3/2019).

Tujuan mereka kesekian kalinya ke rumah ini adalah untuk mencari keberadaan Siti Nurliza alias Liza sang owner arisan guna meminta pertanggungjawabannya sang owner arisan yang telah membawa kabur uang arisan mereka.

Terlihat, para korban sempat terlihat geram. Bahkan sesekali terdengar omongan dari para korban yang ingin mendobrak pintu rumah pelaku dan ingin menjual barang yang ada di dalamnya.

"Sudahlah, nggak usah lama disini. Kita dobrak saja pintunya, terus jual barang-barangnya. Percuma lama-lama disini," ucap salah seorang korban.

Bandar Arisan Online di Palembang yang Dikoordinir Mahasiswi, Bawa Lari Uang Arisan Rp 800 Juta

Percakapan WA Siti Nurliza Bandar Arisan Online Palembang Sebelum Lari, Modal Nikah 45 Juta Hilang

Namun, suasana di rumah pelaku masih terlihat kondusif. Meskipun sesekali terdengar ucapan emosi para korban, namun mereka terlihat masih bisa mengontrol emosinya.

D (21) salah seorang korban yang mengalami kerugian Rp 4,5 juta mengatakan, sudah ketiga kalinya dia mendatangi rumah pelaku.
Terakhir kali mereka bisa bertemu dengan Liza di hari Kamis (21/3/2019) lalu.

"Waktu itu dia masih ada. Kami ramai-ramai kesini. Bahkan kami sempat buat surat perjanjian sama dia, lengkap pakai materai dan saksi. Tapi besoknya, di hari Jumat Liza sudah kabur," ucapnya.

Para korban mengaku geram dengan apa yang telah diperbuat Liza. Sebab para korban mayoritas adalah mahasiswa dan uang arisan yang mereka setor ke bandar bersumber dari orang tua mereka.

"Kami ini takut ketahuan orang tua. Uang yang ikut arisan itu adalah uang pemberian orang tua. Ada yang untuk uang jajan, uang bayar kos-kosan dan pegangan kami selama belajar. Tapi sekarang uangnya hilang dibawa kabur dia (Liza). Kami bingung mau bagaimana sekarang," ucapnya.

Dikatakan D, sudah ada beberapa korban yang melaporkan penipuan yang dilakukan Liza Ke Mapolda Sumsel. Namun, masih ada juga yang belum akan melapor.

"Karena kami masih ngumpulin bukti rekening koran yang sudah kami setorkan. Jadi sekalian ramai-ramai kesini untuk kumpulkan bukti dan akan segera kami laporkan," ungkapnya.

Ketua RT 01 Aryodillah IV mengaku tidak tahu menahu tentang penipuan yang ditujukan pada salah satu warganya.

"Memang sudah banyak yang cari dia, tapi saya nggak tahu sekarang dia dimana," ucapnya.

Sementara itu, pantauan Tribunsumsel.com di lapangan, rumah Liza tampak terlihat sepi dan terkunci. Rumah tersebut dalam keadaan kosong tak berpenghuni.

Terlihat para korban berangsur satu persatu datang ke rumah Liza dan mengumpulkan bukti-bukti uang yang telah mereka setor ke sang owner arisan. (cr8)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved