Kecelakaan Speed Boat di Sungai Musi
Korban Tewas Bertambah Jadi 7 Orang, Ganjar Kepsek SDN 22 Karang Agung Korban Kecelakaan Speed Boat
Korban tewas kecelakaan speedboat di Jalur 10 Sungai Musi bertambah jadi 7 orang. Diketahui korban bernama Ganjar
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Korban tewas kecelakaan speedboat di Jalur 10 Sungai Musi bertambah jadi 7 orang.
Diketahui korban bernama Ganjar Winarsis (40) yang merupakan Kepala Sekolah SDN 22 Karang Agung.
Berdasarkan keterangan kerabat korban, Ganjar sempat dirawat intesif namun ada gangguan di pernafasan, dan tidak bisa tertolong lagi.
Sebelumnya, 6 orang sudah dipastikan meninggal dunia. Abu Ngamar (24), Kusnul (60), Tarno (50), Muhammad (50), Kodar (20) dan Sopian (63).
Tio (38 tahun), korban selamat kecelakaan speed boad 200 pk Awet Muda tujuan Karang Agung-Palembang tampak lesu saat menceritakan kronologi kecelakaaan tragis yang baru saja menimpa dirinya, Senin (18/3/2019).
Dengan wajah penuh luka, Tio mengatakan, saat kecelakaan terjadi dia duduk di kursi nomor dua sebelah kiri. Tepatnya di belakang kenek sopir speed boat.
"Saat kejadian itu saya lagi tidur. Tiba-tiba brakkk.... dengar suara keras. Terus seketika langsung terasa ada yang membentur wajah saya. Waktu buka mata, kepala saya sudah berdarah dan kapal sudah hancur,"ungkapnya.
Akibat kecelakaan itu, pelipis kirinya robek serta hidung dan mulutnya mengeluarkan darah.
• Ini Nama Korban Kecelakaan Speed Boat Awet Muda di Sungai Musi, 6 Meninggal 10 Luka-luka
• BREAKING NEWS-Korban Tewas Kecelakaan Speed Boat di Perairan Musi Bertambah 2 Orang
Namun itu dirasa Tio tidak seberapa, sebab dia melihat langsung kenek speed boat yang duduk di depannya meninggal akibat kejadian mengerikan tersebut.
"Gemetar saya, bingung mau ngambil tindakan apa. Kenek di depan saya langsung meninggal di tempat. Begitu juga sopir yang awalnya duduk di samping kenek sudah terpental di belakang. Meninggal juga,"ujarnya.
Tio menduga sopir speed boat yang terpelanting ke belakang karena membentur pohon sejenis bakau yang di tabraknya.
"Jadi begini posisinya, di sisi jalan ada pohon bakau yang batangnya agak melintang ke sungai."
"Jadi, speed boot kami menabrak batang pohon itu sehingga atapnya lepas. Nah, sementara sopir terpental ke belakang karena menabrak batang itu tadi,"ungkapnya.
• Kas Hartadi Resmi Latih Sriwijaya FC di Liga 2, Ini Formasi Pelatih SFC Musim Ini
• Bidan YL di Pemulutan Melawan dan Anaknya Menangis, Royhan Batal Perkosa Korban
Suasana langsung panik, speed boat sudah dalam keadaan hancur. Atap speed sudah terpisah dari badannya.
Tio lantas berusaha tenang dan berusaha menyelamatkan korban yang bisa diselamatkan.