Berita Lahat

Mengadu ke Wakil Bupati Lahat, Air Mata Elintati dan Warga Lainnya Tumpah Minta Lahan Dikembalikan

Jeritan hati Elintati, juga membuat beberapa warga yang ikut dalam membahas persoalan tersebut menangis, suasana pertemuan sempat hening

Mengadu ke Wakil Bupati Lahat, Air Mata Elintati dan Warga Lainnya Tumpah Minta Lahan Dikembalikan
Sripo/ Ehdi Amin
Wakil Bupati Lahat, H Haryanto naik ke mobil carry untuk menemuo ratusan warga Pagar Batu, yang melakukan aksi Demo, Senin (11/3/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT-Elintati (55 tahun), tampak tak kuasa menahan air matanya.

Warga Desa Pagar Batu, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, menangis tersedu ketika menyampaikan permohonan kepada wakil Bupati Lahat, Ketua DPRD Lahat, Kapolres Lahat, Kajari, Kepala BPN Lahat dan unsur SKPD di lingkungan Pemkab Lahat, di ruang Oprrom Pemkab Lahat. Senin (11/3/2019).

Elintati bersama ratusan warga batu menggelar aksi demo menuntut agat PT AP mengembalikan lahan yang diklaim warga.

"Tolongla kami pak. Itu lahan kami yang direbut. Saat ini warga kami tidak punya lahan untuk bertani. Bagaimana kami bisa bertahan hidup dan membesarkan anak cucu kami, " ucap Elintati sambil mengusap air mata.

Jeritan hati Elintati, juga membuat beberapa warga yang ikut dalam membahas persoalan tersebut menangis, suasana pertemuan sempat hening, saat wanita ini menceritakan nasib warga desanya.

Prediksi dan Video Link Live Streaming RCTI Juventus vs Atletico Madrid, Juventus Dalam Posisi Sulit

Pamit Pergi Berobat, Sulaiman Warga Sakatiga Ditemukan Tak Bernyawa Mengapung di Sungai Kelekar

Sebelumnya, ratusan warga Pagar Batu bersama Forum Pemuda Pemudi Pagar Batu, Gerakan tani pagar Batu dan Gerakan Tani Sumsel, menggelar aksi demo di halaman Pemkab Lahat.

Warga menuding PT AP sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan sawit sudah menguasai tanah milik warga yang diambil secara paksa tahun 1993.

Menurut Ketua Gerakan Tani Sumsel, Dede Chaniago ada 180,36 hektare tanah milik warga Pagar Batu kini dikuasai perusahaan.

"Kami sampaikan jika PT AP sudah 26 tahun menggarap lahan tersebut. Sementara sesuai dengan UU pokok Agraria No 5 tahun 1960 pasal 29 berbunyi hak guna usaha diberikan untuk waktu paling lama 25 tahun."

"Untuk itu kami minta agar Pemda Lahat tidak memperpanjang HGU PT AP,"teganya, saat menyampaikan orasi.

Halaman
123
Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved