Video

Video : Ini Empat Langkah Jokowi Naikan Harga Karet

produsen terbesarnya Asia, maka untuk negosiasi dengan negara lain tidaklah muda dan butuh proses

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Menurut Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) bahwa permasalahan turunnya harga karet bukan hanya terjadi di Indonesia melainkam secara global. Kondisi ekonimi turun mulai dari Amerika Latin hingga Eropa.

"Khusus karet, produsen terbesarnya Asia, maka untuk negosiasi dengan negara lain tidaklah muda dan butuh proses," ujar Jokowi saat Silaturahmi dengan Para Petani Karet Sumsel yang ada di Sumbawa, Sabtu (9/3/2019).

Jokowi pun memaparkan empat langkah yang akan ia lakukan untuk meningkatkan harga karet yaitu pertama mengajak produsen karet membuat kebijakan yang sama, sehingga suplai kepasar tidak terlalu banyak.

"Jika suplai kita kendalikan, maka kita harapkan harganya akan naik. Karena kalau suplai kurang harga naik dan ini mulai kelihatan dalam dua minggu an ini harga karet Rp 7000-9000. Kami harapakan ini akan kelihatan lagi," katanya

Lalu yang ke dua untuk didalam negeri sendiri harus digunakan. Kepada Mentri PU gunakan untuk aspal. Tidak hanya di tiga provinsi tapi seluruh provinsi.

"Nanti akan kita buatkan surat edaran agar asapal pemakaiannya dicampur dengan karet. Jadi asapal menggunakan asapal karet," ungkapnya

Kemudian yang ketiga BUMN juga akan mulai untuk beli terutama PTP. Karena tidak ada ruginya beli karet ini. Dan yang keempat hilirisasi industri, ini harus dilakukan.

"Kita sudah berpuluh-puluh tahu selalu kirim bahan menta. Maka hilirisasi dan industrialisasi harus dilakukan, baik untuk ban, sarung tangan dan lain-lain," katanya.

Jokowi pun mengatakan, bahwa ia sudah perintahkan ke BUMN dan Swasta, tingal didorong investasi carikan partner sehingga bisa pakai produk dalam negeri dan harga bisa meningkat.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Abriansyah Liberto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved