Pemilu 2019

Khawatir Ada Kecurangan Pemilu 2019, Gerindra Kerahkan 2 Saksi Setiap TPS

Satu saksi berperan dalam mengawal perolehan suara pemilihan legislatif (Pileg) dan satu saksi pada suara pemilihan presiden (Pilpres)

Khawatir Ada Kecurangan Pemilu 2019, Gerindra Kerahkan 2 Saksi Setiap TPS
TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF B ROHEKAN
Sekretaris DPD Gerindra Sumsel Nopran Marjani 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Partai Gerindra akan menyiapkan dua saksi setiap TPS pada Pemilu 2019.

Satu saksi berperan dalam mengawal perolehan suara pemilihan  legislatif (Pileg) dan satu saksi pada suara pemilihan presiden (Pilpres).

"Saksi jelas sudah kita siapkan di Sumsel, nantinya ada 2 saksi di setiap TPS, 1 saksi untuk ngawal suara pemilihan Presiden dan caleg," kata Sekretaris DPD Gerindra Sumsel, Nopran Marjani, Senin (18/2/2019).

Selain itu, diungkapkan Nopran, pihaknya juga akan menyiapkan saksi- saksi yang mengkoordinir setiap 10 TPS.

Wagub Mawardi Yahya Apresiasi Zona Integritas di Lingkungan Kejaksaan Tinggi Sumsel

Sore Bekuk 3 Pengedar 19.100 Ekstasi, Malamnya BNN Sumsel Tangkap Pengedar Sabu 2 Kg

Termasuk di PPS (Kelurahan/ Desa), PPK (Kcamatan) hingga tingkat KPU Kabupaten/ kota.

"Jadi, kita sudah selesai merekrut saksi dan sudah disampaikan ke DPP Gerindra, saksi nanti dipersiapkan dengan sebaik mungkin," ucapnya.

Ditambahkan Nopran, partainya mempersilakan para calegnya untuk mempersiapkan saksi sendiri, meski tidak diwajibkan.

"Caleg dipersilahkan untuk menyiapkan saksi sendiri, sebagai saksi cadangan, tapi mereka tidak bisa masuk TPS, karena setiap TPS hanya 1 saksi yang diberi mandat dan diizinkan," paparnya.

Diterangkan Nopran, peran saksi akan sangat "vital" dalam mengawal perolehan suara, sehingga sebelum turun nantinya mereka akan diberikan pelatihan dan pembekalan dari partai.

Richie Vokalis Five Minutes Diduga Selingkuh, Heboh Curhatan Istri Beredar Luas di Media Sosial

Dana Perbaikan Jalan dari APBD Palembang Tahun Ini Rp 65 Miliar, Tahun 2018 Capai Rp 101 Miliar

"Saksi harus memastikan berapa pemilih yang datang dan tidak ke TPS. Kedua, mereka harus memperhatikan apakah yang memilih sama namanya dengan yang terdaftar di DPT."

"Jangan sampai yang nyoblos sedikit, tapi saat perhitungan jumlahnya naik dan ini dimainkan, termasuk perekapan harus diawasi," tandasnya.

Dilanjutkan mantan anggota DPRD Sumsel ini, pihaknya tetap mengkhawatirkan kecurangan akan tetap ada, apalagi di daerah yang jauh atau pelosok kota.

"Untuk mengawasi kecurangan nanti, bagaimana mengawal kotak suara berbahan kardus, TPS ke PPS hingga ke PPK, yang akan menginap."

"Ini harus dikawal, karena indikasi kecurangan tetap ada, apalagi di daerah terpencil. Dulu kotak kaleng saja bisa dibuka, apalagi saat ini kardus," pungkasnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved