Wisata dan Kuliner

Melihat Kampung Layang-layang di 29 Ilir Palembang, Hampir Setiap Rumah Produksi Layang-layang

Walikota Palembang, Harnojoyo mengaku senang dan sangat mengapresiasi kampung KB Layang-layang ini. Kampung ini menjadi kampung percontohan

Penulis: Sri Hidayatun |
Tribun Sumsel/ Sri Hidayatun
Warga kampung layang-layang di Jalan sungai tawar I kelurahan 29 ilir kecamatan ilir barat II Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG- Tangan Reza, nampak begitu ahli melipat kertas minyak untuk membentuk layang-layang ini.

Satu per satu, kertas yang sudah di cat dilipat dengan bambu.

Dibantu dengan tujuh pekerja lainnya, dalam sehari layang-layang yang diproduksi Reza mampu mencapai 1000 layang-layang.

Sebelum dilipat, layang-layang ini dicat dulu sesuai dengan motifnya. Lalu dibiarkan sebentar selama beberapa menit dan dilipat.

Reza merupakan warga kampung layang-layang di jalan sungai tawar I kelurahan 29 ilir kecamatan ilir barat II Palembang.

Ani Yudhoyono Sakit Kanker Darah & Dirawat ke Singapura, Annisa Pohan Bagikan Kabar Terbaru

Tahu dan Mie di Dua Pasar Lubuklinggau 80 Persen Mengandung Formalin

Dikampung ini, hampir setiap rumah memproduksi layang-layang sebagai salah satu mata pencarian mereka.

Reza mengaku sudah sejak 12 tahun lalu sudah memproduksi membuat layang-layang.

Bahkan ia mengaku senang dengan ditetapkannya kampung layang-layang ini.

"Sudah 12 tahun saya berkecimpung membuat layang-layang ini dan dikampung ini banyak yang membuat layang-layang hampir setiap rumah," katanya, Rabu (13/2/2019).

Ia mengatakan selama 12 tahun produksi layang-layang memang tak ada matinya.

Hampir 2 Pekan Dirawat di Singapura, Ani Yudhoyono Dapat Sepucuk Surat dari Putri AHY, Ini Isinya

Walikota Palembang Harnojoyo Kesal, Kampung Percontohan Malah Banyak Sampah

Walaupun layang-layang ini ada musimnya tapi produksi tetap jalan.

"Setahun kan dua kali musim layang-layang sekitar bulan Januari dan Juni. Tapi kita tetap produksi karena layang-layang ini juga tak ada basinya. Maksudnya awet disimpan sampai kapan saja," ungkap dia.

Untuk harga jual, dijual hanya Rp 1.000 per layang-layang.

"Yang beli banyak dari wilayah mana-mana saja di kota Palembang," ujarnya.

Namun diakuinya saat ini terkendala bambu yang saat ini sedikit agak sulit didapatkan.

Tiga Komoditi Andalan Sumsel Sawit Karet dan Kopi Kurang Menggembirakan

Minim Modal dan Tempat Usaha Kecil, Pria Ini Tak Hilang Akal, Ciptakan Bakso Gelas Agar Irit Biaya

"Ya, karena lagi musim layangan jadi agak sulit caru bambunya," ungkapnya.

Walikota Palembang, Harnojoyo mengaku senang dan sangat mengapresiasi kampung KB Layang-layang ini.

"Ini sudah menjadi kampung percontohan di kota Palembang dan Sumsel," jelas dia.

Dikatakannya, nantinya akan diagendakan untuk layang-layang ini agar dapat menarik wisatawan yang datang.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved