Tiket Pesawat Mahal, Pemerintah Harus Siapakan Angkutan Bus dan Kereta Api Sebagai Pilihan

Akibat mahalnya harga tiket pesawat dan adanya beberapa pesawat memberlakukan tarif bagasi maka berimbas keberbagai sektor.

Tiket Pesawat Mahal, Pemerintah Harus Siapakan Angkutan Bus dan Kereta Api Sebagai Pilihan
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Akibat mahalnya harga tiket pesawat dan adanya beberapa pesawat memberlakukan tarif bagasi maka berimbas keberbagai sektor.

Menurut Pengamat Transportasi Sumsel, EB mengatakan, bahwa hal tersebut terjadi akibat penentuan tarif yang tidak dikaji dengan seksama.

"Jika ingin menaikan harga tiket ataupun memberlakukan tarif bagasi harusnya dikaji dulu semua dampaknya pada stakeholder terkait," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (9/2/2019).

Menurutnya kalau berbayar itu memang penetapan semuanya dari Pemerintah. Masalahnya dari keuangan terlebih dolar naik dan avtur juga naik maka memang berat biaya oprasionalnya. Terlebih adanya persaingan tinggi maka main banting-banting harga. Lalu sekarang mereka kompak semua harganya dibatas atas.

"Dampak yang paling kencang tentu di pariwisata. Makanya saya bilang jangan langsung telak naiknya pelan-pelan, sambil pemerintah siapkan angkutan darat seperti bus dan kereta api. Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat mempunyai pilihan bisa jalur udara atau darat," katanya.

Menurutnya kalau udara terus naik seperti ini maka secara alami masyarakat akan beralih ke darat. Bisa dengan bus ataupun kereta api Maka untuk PO-PO bus, inilah peluang untuk menghidupkan kembali PO nya.

"Dalam hal ini pemerintah juga harus menyiapakan fasilitasnya misal bus-bus disedikan, jalan dibagusi maka masyarakat pasti mau beralih ke angkutan darat. Saya aja kalau bukan tugas memilih naik bus atau mobil sendiri," ungkapnya

Sementara itu terkait banyak maskapai yang gagal berangkat atau (departure) menurutnya, berarti maskapai tersebut tidak konsisten.

"Mereka sudah applay mintak sekejul. Jika dibatalkan itu tidak komit dong. Contohnya Lion ini banyak ambil jadwal. Ketika sudah ambil itu jadwal harus konsisten," katanya

Lebih lanjut ia mengatakan, kenpa sampai gagal terbang?. Apa mau ngetem nunggu penumpang!! Kalau sudah berani meletakan harga sekian, maka mereka wajib pergi dan tidak boleh begitu.

"Tiket uda mahal, ditambah bagasi pula jadi harganya sama saja seperti Garuda. Namun sayangnya Garuda saat ini banyak jadwal yang dihilangkan. Misal yang tadinya ada ke Jakarta pagi-pagi, itu dihilangkan dan adanya di maskapai lain," katanya.

Akibat yang pagi dihilangkan maka porsinya terlihat proritas ke swasta seperti Batik dan Lion. Memang saat ini tinggal dua antara BUMN dan Swasta. Namun kebanyakan dikasihkan ke swasta.

Kenpa jalur-jalur yang ramai untuk suwasta bukan Garuda. Padahal PNS yang tugas dinas itu kebanyakan pakai Garuda. Jadi kalau Garuda yang pagi tidak ada maka memberatkan. Berarti kalau mau acara pagi harus pergi sehari sebelumnya.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved