Dinkes Lahat Ambil Sampel Jajanan Diduga Penyebab Siswa SD Negeri 6 Merapi Timur Keracunan

Dinas Kesehatan Lahat juga mengambil sampel berupa muntah para korban dan jajajan sekolah untuk di periksa di laboratorium

Dinkes Lahat Ambil Sampel Jajanan Diduga Penyebab Siswa SD Negeri 6 Merapi Timur Keracunan
Tribun Sumsel/ Ika Anggraeni
Masih mengenakan pakaian seragam sekolah batik, delapan siswa diduga keracunan makanan langsung dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS HM Rabain Muaraenim, Rabu (9/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com,Ika Anggraeni

TRIBUNSUMSEL.COM,MUARAENIM- Mendapat laporan adanya siswa SDN 6 Merapi Timur diduga mengalami keracunan,Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat langsung turun ke lapangan, Rabu (9/11/2019).

Berdasarkan pantauan Tribunsumsel.com di lapangan, tampak petugas dari Dinas Kesehatan Lahat langsung mendatangi SD Negeri 6 Merapi Timur dan mengambil sampel berupa beraneka ragam macam makanan ringan yang dijual oleh pedagang berjualan di sisi kiri sekolah.

Tak hanya itu saja, petugas dari Dinas Kesehatan juga mengambil sampel berupa muntah para korban untuk di periksa di laboratorium.

Dishub Kota Palembang Tetap Terapkan Larangan Parkir, Sambil Tunggu Alternatif Lain

Ini Cara Mudah Membedakan Bibit Benih Kelapa Sawit PPKS Palsu dan Asli, Ini Perbedaan Mencoloknya

Nopilia, petugas dari Dinas Kesehatan Lahat mengatakan, begitu mendapat laporan adanya dugaan siswa keracuanan tersebut ia dan rekannya langsung diperintahkan untuk mengecek ke lapangan.

"Kita ambil sample baik berupa makanan maupun minuman yang dijual pedagang untuk memastikan apa penyebab peristiwa tersebut."

"Selain itu kita juga telah mengambil sampel mutah dari korban yang diduga mengalami keracunan," katanya.

Delapan siswa SD Negeri 6 Merapi Timur yang berlokasi di Desa Muara Lawai Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat diduga keracunan makanan.

Silahturrahmi ke Pondok Pesantren Gontor, Ifan Seventeen Dibuat Menangis Lihat Foto SMP Dylan Sahara

Video : Saksi Hidup Korban Bencana Tsunami Tanjung Lesung , Bau Busuk Sebelum Tsunami

Masih mengenakan pakaian seragam sekolah batik, delapan siswa ini langsung dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS HM Rabain Muaraenim, Rabu (9/1/2019).

Siswa ini sebelumnya mengonsumsi jajanan kue Koya berjenis Sagon.

Adapun ke delapan siswa tersebut diantaranya 6 orang siswa kelas 4 yakni Ferry kusnanto (9), M Abil (12) , Arya (9), Radiansyah (9), Dimas Raditya, dan Jika Renaldi.

Sementara dua orang siswa lainnya adalah siswa kelas 5 yakni Atmilandra (11) dan Jingga.

Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved