Berita OKU Timur

Lihat Cara Petani Padi di OKU Timur Basmi Tikus Menggunakan Belerang

Pengomposan menggunakan belerang yang diletakkan dalam sebuah alat dan dibakar sehingga membuat hama tikus keluar dari sarangnya

Lihat Cara Petani Padi di OKU Timur Basmi Tikus Menggunakan Belerang
Sripo/ Evan Hendra
Petani padi di OKU Timursaat melakukan pemberantasan hama tikus dengan cara dilakukan pengomposan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA-Serangan hama tikus membuat petani di OKU Timur kewalahan.

Jelang masuk musim tanam, petani di OKU Timur mulai membasmi hama tikus.

Pembasmian hama tikus dilakukan dengan cara pengomposan menggunakan belerang yang diletakkan dalam sebuah alat dan dibakar sehingga membuat hama tikus keluar dari sarangnya.

“Hama ini muncul tidak mengenal waktu dan musim, baik pada musim rendeng maupun musim gadu."

"Berbeda dengan hama wereng yang menyerang pada waktu tertentu, terutama pada musim hujan dan tanah lembab,” kata Sandi petani di wilayah Belitang Senin (7/1/2019).

5 Pemain Timnas Indonesia U-22 Tak Hadiri TC Hari Pertama, 4 Diantaranya Masih Berada di Luar Negeri

Tunggangi Motor Mewah Seharga 610 Juta, Intip Pesona Tampan Wajah Ariel Noah

Salah satu cara memberantas hama tikus yang efisien adalah dengan penggropyokan dan pengomposan secara bersama.

Petani mengejar dan menghadang serta memaksa tikus keluar dari sarangnya untuk kemudian dibasmi bersama-sama.

Karena kata dia, jika hanya diusir dengan racun atau sejenisnya, hama tikus tidak akan jera dan akan kembali lagi.

"Bisa dikatakan tikus sudah pintar dan sudah dibasmi dengan obat-obatan. Satu-satunya cara paling efisien adalah dengan mengejar dan menggali lubang tikus," katanya.

Herman Deru Minta Kostum Sriwijaya FC Diganti dengan Warna Tak Berbau Partai

Heboh Artis Nyambi Rezeki dari Prostitusi, Deddy Corbuzier Blak Blakan Bocorkan Penyebabnya

Biasanya lanjut Sandi, hama tikus cukup banyak menyerang tanaman padi petani ketika padi berusia satu bulan lebih.

Serangan ini menyebabkan petani kesulitan untuk menyemai padi karena sebagian besar sudah dewasa bahkan ada yang sudah siap untuk berbuah.

Sedangkan Sumiran petani lainnya mengaku setiap hari melakukan pemeriksaan dan mengejar lubang-lubang yang diduga sebagai sarang tikus untuk dibasmi.

Karena lanjutnya, kesempatan membasmi hama tikus paling tepat sebelum melakukan penanaman atau ketika padi masih berusia dibawah satu bulan.

"Namun pembasmian hama tikus tetap dilakukan meskipun tanaman sudah rimbun dengan harapan dapat meminimalisir kerusakan tanaman padi."

"Jika ditemukan ada bekas tikus, maka pengomposan ke sarang-sarang tikus langsung dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan lainnya," katanya. (SP/ Evan HEndra)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved