Pemilu 2019

KPU Sumsel Segera Data Orang Gangguan Jiwa untuk Diakomodir Hak Pilihnya, Bukan Orang Gila di Jalan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel) akan mendata warga yang mengalami gangguan jiwa, untuk dapat menggunakan hak pilihnya

KPU Sumsel Segera Data Orang Gangguan Jiwa untuk Diakomodir Hak Pilihnya, Bukan Orang Gila di Jalan
TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Kelly Mariana komisioner KPU Sumsel terpilih Sumsel 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel) akan mendata warga yang mengalami gangguan jiwa, untuk dapat menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2019 mendatang.

"Meskipun mengalami gangguan jiwa atau mental, tetapi hak dasar masyarakat memilih tetap ada."

"Bagi mereka yang ada di RS jiwa, harus ada keterangan dari dokter," kata komisioner KPU Sumsel Divisi program, data dan informasi Hendri Almawijaya, Selasa (4/11/2018).

Menurut Hendri, pihaknya segera melakukan rapat koordinasi (Rakor) dengan KPU Kabupaten/kota se Sumsel, untuk melakukan tindak lanjut dari surat edaran (SE) KPU RI untuk memfasilitasi pemilih dengan gangguan jiwa.

"Kita akan data, sebab orang yang mengalami gangguan jiwa bukan hanya berada di RS Jiwa, tetapi kadang- kadang di perkampungan juga."

"Kita tetap jalankan amanat undang-undang untuk hak mereka dalam memilih tetap terjamin," jelasnya.

Herman Deru Bersama Bawaslu RI Siap Kawal Pemilu 2019

Orang Gila Diberikan Hak Pilih di Pemilu 2019, Ini Kata Elite Partai Gerindra

Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana menambahkan, itu sudah jadi amanat undang- undang sehingga harus dijalankan meski ada anggapan pihak atau orang yang tidak setuju dengan rencana KPU.

"Itu perlu dijelaskan (lagi) beberapa hal. Pertama, dalam Putusan MK No. 135/2015 sudah dinyatakan, bahwa gangguan jiwa atau ingatan itu, dari sisi waktu atau durasi dapat dibedakan menjadi dua,"

"Yaitu permanen atau kronis dan non-permanen atau episodik. Sedang dari sisi kualitas dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu ringan, sedang, dan berat," ujarnya.

Diungkapkan Kelly, dalam putusan MK itu juga sudah diuraikan, bahwa gila hanya salah satu jenis dari abnormalitas mental.

Halaman
12
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved