Cerita Khas Palembang
Abah Toyib Jawara Palembang, Jangan Coba-coba Minta Bantuannya Jika Terjerat Ini
Abah Toyib, namanya begitu melegenda sebagai jawara paling terkenal di Palembang. Ia tinggal di 15 Ulu dan kini berusia 72. Ada satu hal yang dibenci
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Prawira Maulana
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Abah Toyib, namanya begitu melegenda sebagai jawara paling terkenal di Palembang. Ia tinggal di 15 Ulu dan kini berusia 72.
Lewat PMPB yang didirikannya bersama Atai, yang juga jawara Palembang, organisasi itu tumbuh jadi organisasi besar dengan anggota sampai puluhan ribu orang.
• Mengenal Abah Toyib Jawara Palembang, Kini Hidup Tenang Digaji 10 Perusahaan Besar
Cerita ringan khas Palembang:
• Nomat Hari Senin Sampai Dipalak di Tempat Ding Dong, Kenangan di Lantai 7 IP
• Mengenal Sosok H Halim, Orang Kaya di Sumsel Sering Dikunjungi Presiden dan Banyak Tokoh Nasional
• Cerita Sosok H Halim Orang Kaya Palembang, Ustaz Abdul Somad Bahkan Mengaguminya
Sampai saat ini, Abah Toyib masih sangat disegani.
Bahkan banyak warga dan orang-orang di Palembang yang datang ke rumahnya untuk meminta bantuan jika menghadapi permasalahan.
Abah Toyib pun tak segan untuk membantu.
Tribunsumsel.com, berkesempatan mewawancarai pemilik nama asli HM Thoyib Akib ini di rumahnya yang berada di Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Jakabaring Palembang.

Ia menghimpun masyrakat di sekitar tempat tinggalnya di 15 Ulu.
Kakek 24 cucu ini bercerita.
"Selain itu, hanya menghimpun seluruh masyarakat terutama di kelurahan 15 Ulu"
"Tujuannya, bila ada permasalahan bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan"
"Karena, banyak masyarakat yang datang untuk meminta bantuan menyelesaikan masalah"
"Alhamdulillah, bisa diselesaikan. Tetapi, kalau ada masalah dengan hukum, seperti narkoba dan kejahatan, aku tidak mau bantu," ujar Abah.
Abah Toyib sangat membenci narkoba.
Abah juga, sempat mengungkapkan masa mudanya. Ia menceritakan, dahulu dengan sekarang sangat jauh berbeda.
Menurutnya, sekarang sudah sangat meresahkan, karena banyak orang yang terkena narkoba. Lantaran narkoba itulah, timbulnya tindakan kriminal.
Hanya untuk membeli narkoba, tetapi melakukan kejahatan.
"Aku ini orang yang paling jahat, tetapi Allah menunjukan jalan-Nya hingga aku bisa taubat dan dipermudah berangkat Haji tahun 2003 lalu"