21 November Rencananya Ribuan Sopir Truk Batu Bara di Sumsel Demo, Herman Deru Janji Berikan Solusi

Beredar informasi akan ada aksi demo yang bakal digelar oleh ribuan sopir angkutan truk batubara di Sumsel pada tanggal 21 November

21 November Rencananya Ribuan Sopir Truk Batu Bara di Sumsel Demo, Herman Deru Janji Berikan Solusi
Tribunsumsel.com/Edison
Ilustrasi : Beberapa truk batubara melintas siang hari di Jalan Lingkar Timur Prabumulih sebelum diberlakukan larangan melintas jalan umum 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Beredar informasi akan ada aksi demo yang bakal digelar oleh ribuan sopir angkutan truk batubara pada tanggal 21 November.

Gubernur Sumsel, Herman Deru memberi tanggapan tentang rencana itu.

"Aksi yang dilakukan merupakan bentuk penyampaian aspirasi yang boleh dilakukan seluruh warga."

"Mungkin mereka mempertanyakan keputusan saya, ya tidak apa-apa nanti akan saya jelaskan," ujar Deru, Senin (19/11/2018).

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa nantinya jika memang ada aksi akan diterima dan akan dijelaskan terkait keputusan Pergub nomor 74 Tahun 2018.

Baca: Kandidat Juara Gojek Liga 1 Indonesia : ini Hitung-hitungan dan Sisa Pertandingan PSM dan Persija

Baca: Inikah Sosok Pria yang Diduga Selingkuhan Angel Lelga Sembunyi Dikamar Saat Digrebek, Vicky Murka

Deru menyampaikan jika memang yang akan melakukan aksi benar sopir batubara, maka dirinya akan memberikan solusi yang terbaik.

"Saya ini dulunya juga pengusaha angkutan. Jadi pasti akan ada solusinya bagi mereka."

"Jadi seorang sopir juga tidak mesti nyupir angkutan batubara. Kan bisa yang lain. Nanti kita kasih jalan keluarnya lah," ungkapnya.

Dijelaskan Deru, terkait aturan larangan melintas di jalan umum yang dikeluarkannya, sudah sesuai dengan aturan Minerba yang dikeluarkan Kementerian ESDM.

Baca: Konser Blackpink di Acara Shopee Road to 12.12, Tonton Live Streaming via TV Online di Smartphone

Baca: Apakah Boleh dan Aman Tabung Gas 3 Kg Pakai Karet Gelang? Ini Penjelasan Pertamina

Diantaranya, angkutan industri seperti batubara wajib menyediakan jalan khusus.

Sumsel sebenarnya sudah memiliki aturan turunan yang dibuat 2011. Hanya saja pada pelaksanaannya selalu ditunda.

Sehingga, angkutan batubara semakin banyak dan sulit dikendalikan.

"Akibat kondisi itu juga, jalanan di Sumsel semakin padat. Kemacetan yang ditimbulkan juga sudah sangat luar biasa," ucapnya.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved