WEDFEST 2018

Perdamaian & Toleransi, Organisasi World Merit Indonesia Ajak Anak Muda Palembang Lakukan Hal Ini

Sebagai upaya untuk melibatkan pemuda dalam mengkampanyekan perdamaian dan toleransi ditengah keberagaman masyarakat Indonesia,

Tribunsumsel/Shinta Dwi A
World Merit Indonesia menyelenggarakan School Talk and Tea Time di SMA Negeri 3 Palembang, guna mengkampanyekan pada anak muda pentingnya menjaga perdamaian dan toleransi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Sebagai upaya untuk melibatkan pemuda dalam mengkampanyekan perdamaian dan toleransi ditengah keberagaman masyarakat Indonesia,

Organisasi World Merit Indonesia cabang Palembang mengadakan sebuah project yang dinamakan WEDFEST 2018.

Dalam project tersebut, salah satunya diadakan kegiatan School Talk and Tea Time dengan target yaitu sekolah-sekolah yang ada di Palembang.

Seperti kali ini, kegiatan tersebut diadakan di SMA N 3 Palembang dengan turut mengundang Faiza Ufaira Yusuf dan Oulad Daoud Yousra sebagai narasumber, Kamis (15/11/2018).

Pada kesempatan itu, Faiza Ufaira Yusuf berbagi pengalamannya saat tergabung sebagai anggota AIESEC Universitas Sriwijaya (Unsri) dan menjalankan program Education yaitu mengajar dengan negara tujuan yaitu Taiwan.

Sementara, Oulad Daoud Yousra yaitu seorang warga asli Aljazair Afrika Utara, membagikan ceritanya yang kini tengah mengemban Ilmu di Indonesia, tepatnya di Politeknik Negeri Unsri untuk jurusan Teknik Elekto Mekatronika.  

Kehadiran keduanya sangat disambut antusias oleh para peserta karena mereka hadir untuk berbagi pengalaman mereka saat menghadapi berbagai perbedaan ketika berada di negara yang bukan tanah kelahirannya. 

“Penting sekali bagi semua orang untuk menghargai perbedaan. Meski berbeda agama, suku dan ras, jangan jadikan itu sebagai ancaman", Berbeda itu tidak ada masalah, justru itu sebagai alat pemersatu untuk kita bisa saling mengenal satu sama lain,” ujar Faiza Ufaira Yusuf pada seluruh peserta usai menyampaikan materinya.

Sementara, Oulad Daoud Yousra lebih menyoroti bagaimana membawa etika yang baik saat  berada dimana pun, tak peduli di negara sendiri atau negara lain.

“Menjaga etika adalah satu hal utama yang harus kita lakukan dimanapun berada, tidak peduli di lingkungan rumah, sekitar atau di negara manapun, menjaga etika adalah hal mutlak. Selain itu penting untuk tidak saling  menyakiti sesama, walaupun berbeda pendapat jangan sampai apa yang kita ucapkan menyinggung perasaan orang lain,” kata Oulad.

Tak hanya berbagi tentang menghadapi keberagaman, kegiatan ini juga diisi dengan kegiatan diskusi Forum Group Discussion (FGD) oleh para peserta.

Ketua Pelaksana School Talk and Tea Time sekaligus anggota World Merit Palembang,

Farhan Kamil berharap dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran khususnya bagi anak muda untuk menghargai keberagaman dan perbedaan sebagai suatu keistimewaan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved