Berita Lahat
Punya Kekayaan Alam Melimpah, tetapi Angka Kemiskinan di Lahat Nomor 2 di Sumsel, Nomor 1 Muratara
Kendati terjadi penurunan persentase ditahun 2017, persentase kemiskinan di Lahat masih relatif tinggi. Berada diurutan kedua setelah Musirawas Utara
Punya Kekayaan Alam Melimpah, Tetapi Angka Kemiskinan di Lahat Nomor 2 di Sumsel, Urutan Pertama Muratara
TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT -Banyak orang hebat lahir di Kabupaten Lahat.
Kabupaten ini juga memiliki banyak kekayaan alam mulai dari pertambangan sampai perkebunan.
Lahat merupakan kabupaten tertua di Sumsel, diberi julukan Bumi Seganti Setungguan.
Selain kaya alamnya, Lahat juga menjadi pusat peradaban masa lampau yang dibuktikan banyak temuan megalit.
Tetapi semua itu tersebut belum berimbas pada kesejahteraan masyarakatnya.
Masih banyak sekali warga di Lahat 'dibelunggu' kemiskinan.
Baca: Deretan Fakta Habib Rizieq Diperiksa Keamanan Arab Saudi, Pengacara Singgung Pemasang Bendera
Baca: Hasil Fuzhou China Open 2018 - Seluruh Tunggal Putra Termasuk Jonatan Christie Melaju ke Babak Kedua
Bahkan mirisnya, Lahat merupakan Kabupaten termiskin kedua di Sumsel.
Hal ini seperti terdata di Badan Pusat Statistik (BPS) Lahat.
Menurut Kepala BPS Lahat, Ir Hj Chairanita Kurniarita MSi, kendati terjadi penurunan persentase ditahun 2017, persentase kemiskinan di Lahat masih relatif tinggi.
Berada diurutan kedua setelah Musirawas Utara.
Berada dipersentase 16.81 persen, dengan jumlah 67.330 jiwa penduduk miskin.
Baca: Jadwal Gojek Liga 1 Indonesia di Pekan ke 30, PSM, Persib, dan Persija Diprediksi Raih Kemenangan
Baca: Isu Gelar Juara Liga 1 Gojek Indonesia di Setting, Bos PSM Makassar Komentar Tegas
"Angka kemiskinan di Lahat, relatif besar. Lahat sudah ramai diperbincangkan, ujar Chairanita, dalam agenda focus group discusskon lahat dalam angka 2018, di Grand Zury Hotel, Rabu (7/11/2018).
Melihat perkembangannya, tahun 2011 angka kemiskinan berada di 17.92 persen atau 67.700 jiwa penduduk miskin.
Tahun 2012 menurun menjadi 17.46 persen, 66.600 jiwa. Kenaikan mulai terjadi di tahun 2013 mencapai 18.61 persen, atau 71.800 jiwa.