Berita OKU Timur

Berita Harga Karet, Petani di OKU Timur Senang Harga Getah Naik, Ternyata Itu Penyebabnya

Sebelumnya harga getah karet per kilogram sebesar Rp. 6.500 mengalami kenaikan menjadi Rp. 7.500 per kilogram atau naik Rp 1.000

Berita Harga Karet, Petani di OKU Timur Senang Harga Getah Naik, Ternyata Itu Penyebabnya
Sripo/ Evan Hendra
Petani karet di OKU Timur 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA-Penurunan hasil getah karet memasuki musim pergantian musim membawa angin segar kepada sejumlah petani karet.

Menurunnya hasil getah karet membuat harga mengalami kenaikan.

Sebelumnya harga getah karet per kilogram sebesar Rp. 6.500 mengalami kenaikan menjadi Rp. 7.500 per kilogram atau mengalami kenaikan sebesar Rp. 1.000 per kilogram.

Kenaikan harga getah karet tersebut dipicu oleh menurunnya jumlah produksi.

Baca: Kepala BNNP Sumsel Brigjen John Turman, Sebut Baru Terungkap 10 Persen Ladang Ganja di Muratara

Baca: Kerusakan Jalan Kartini Prabumulih Direspon Ketua DPRD

"Harga getah karet basah mengalami kenaikan menjadi Rp. 7.500 per kilogram. Sedangkan untuk getah karet kering sebesar Rp. 9.500 per kilogramnya," ungkap Mang Wan (27) petani Karet asal Kecamatan Cempaka Selasa (6/11/2018).

Menurut David setiap pertengahan tahun terutama memasuki musim kemarau, hasil getah karet selalu mengalami penurunan karena memasuki musim gugur.

Namun disisi lain, harga mengalami kenaikan.

Kenaikan harga getah tersebut kata dia, kemungkinan besar disebabkan karena menurunnya hasil produksi.

Namun dirinya berharap harga getah karet tidak mengalami penurunan meskipun hasil produksi kembali normal.

Baca: Hujan Deras, Pengembala Sapi di Tanjung Senai Indralaya Ogan Ilir Tewas Tersambar Petir

Baca: Akhirnya Tagar RaisaMeetSutopo Terwujud, Lihat Ekspresi Kepala Humas BNPB Sutopo

"Masyarakat di sini mayoritas petani karet, jadi kalau harga karet turun tentu akan mempengaruhi ekonomi masyarakat. Kita sangat berharap harga getah karet tidak turun lagi, " katanya.

Sementara Pardi tengkulak karet membenarkan naiknya harga getah karet tersebut dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan harga getah karet tersebut disebabkan karena kualitas karet lebih baik karena lebih kering dibandingkan saat musim penghujan.

"Selain itu kondisi jalan juga mempengaruhi harga getah karet. Jika jalan rusak akan menambah biaya ongkos angkut sehingga berdampak kepada harga getah turun," jelasnya. (SP/ Evan Hendra)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved